Alasan Kenapa Perjalanan Pulang Lebih Cepat daripada Pergi

Ini Alasan Kenapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat Daripada Pergi

AkuPaham.com – Bagi kamu yang suka traveling, atau sering kali bepergian baik jarak jauh maupun dekat, pasti pernah merasa bahwa perjalanan pulang terasa lebih cepat dan singkat dibanding saat perjalanan pergi. Saat kita pergi menuju suatu tempat, waktu terasa berjalan sangat lama. Sebaliknya, saat kita melalui jalan dan rute yang sama untuk pulang setelah mencapai tujuan, yang dirasakan justru berbeda. Waktu terasa berjalan lebih cepat, padahal masih berada di belahan bumi yang sama dengan zona waktu yang sama pula. Jarak yang ditempuh pun sama. Kira-kira, mengapa bisa begitu ya? Penasaran mengapa perjalanan pulang yang kamu tempuh terasa lebih singkat dibanding perjalanan pergi? Yuk coba cari tahu alasannya dan simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya!

Ternyata Return Trip Effect!

Fenomena perjalanan pulang terasa lebih cepat dibanding perjalanan pergi ini memiliki alasan ilmiah loh! Para peneliti yang tertarik dengan fenomena ini telah lama melakukan sebuah penelitian untuk menemukan penyebab serta alasan logis-nya. Mereka pun menyebut fenomena ini sebagai return trip effect, dimana seseorang merasa bahwa perjalanan pulang yang ditempuhnya terasa lebih sebentar alias singkat dibanding ketika perjalanan berangkat. Meski terasa lebih cepat, kenyataannya perjalanan pulang tidak memakan waktu yang lebih sedikit dibanding perjalanan pergi. Dengan jarak tempuh yang sama, sudah bisa dipastikan bahwa perjalanan pulang memiliki durasi yang sama dengan perjalanan pergi. Lantas, apa yang membuatnya terasa lebih singkat? Coba tebak kenapa ya?

Perjalanan pergi atau berangkat yang terasa lebih lama, ternyata merupakan efek dari cara kerja otak kita. Saat perjalanan pergi, otak kita cenderung lebih fokus, sehingga persepsi otak terhadap waktu pun menjadi lebih lama. Sedangkan saat perjalanan pulang, terlebih jika kita melewati jalan yang sama, maka otak kita akan merasa lebih familiar dengan kondisi jalanan yang ditempuh. Dengan begitu, otak kita tidak akan terlalu fokus yang berimbas pada persepsi otak terhadap waktu menjadi lebih singkat. Oleh karena itu, fenomena return trip effect ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang bepergian ke tempat baru dibanding ke tempat-tempat yang biasa dilalui setiap harinya.

Ekspektasi Waktu Sampai ke Tempat Tujuan

Ada juga pendapat lain yang menyatakan fenomena ini disebabkan karena saat kita menempuh perjalanan pergi, kita memiliki ekspektasi waktu untuk sampai ke tempat tujuan. Sementara, saat kita berada di perjalanan, ada banyak hal yang mungkin saja menghambat dan memperlambat durasi perjalanan kita, seperti misalnya kemacetan parah. Kita terus menerus mengecek waktu untuk memastikan ekspektasi waktu yang telah kita tentukan, yang mengakibatkan timbulnya dampak psikologis berupa waktu yang berjalan lebih lambat. Sebaliknya, saat perjalanan pulang, kita tidak memiliki ekspektasi waktu tersebut, sehingga otak akan lebih rileks dan waktu terasa berjalan lebih cepat.

Nah, itu dia alasan mengapa perjalanan pulang terasa lebih cepat dibanding berangkat. Bagi kamu yang merasa perjalanan pulang lebih cepat daripada perjalanan saat pergi, alasannya tentunya sangat ilmiah. Pertama, mungkin dikarenakan otak kita yang lebih fokus saat perjalanan pergi sehingga kita berpikir perjalanan pergi lebih lama dan juga bisa juga karena saat perjalanan pergi kita sudah memiliki ekspektasi waktu, tetapi pada kenyataannya waktunya bisa saja lebih lama karena banyaknya hambatan saat perjalanan pergi. Nah, jadi sudah tahu kan kenapa perjalanan pulang lebih cepat daripada perjalanan pergi? Yuk, kunjungin website AkuPaham untuk info bermanfaat lainnya!

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *