Biografi Jendral Sudirman

INFOGRAFIS : Biografi Jendral Sudirman, Ahli Strategi Penggagas Perang Gerilya

Biografi Jendral Sudirman [ INFOGRAFIS ] – Jenderal Sudirman merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Purbalingga. Beliau merupakan panglima besar TNI yang pertama dan seorang perwira tinggi pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Beliau merupakan sosok pemimpin yang juga berjuang di perang gerilya. Selama tujuh bulan beliau berpindah dari hutan satu ke hutan yang lain, dari gunung yang satu ke gunung yang lain dalam keadaan lemah bersama anggotanya.

Akan tetapi dalam kondisi terhimpit kepada anggota atau pasukannya beliau selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin angkatan perang secara langsung akan tetapi tetap pemikirannya selalu dibutuhkan. Jiwa sosial yang sangat tinggi di dalam diri Jendral Sudirman menjadikannya selalu diharapkan, akan tetapi akhirnya Jendral Sudirman meninggal di usia yang masih sangat muda yaitu di usia 34 tahun.

Biografi Jendral Sudirman Pahlawan Nasional Indonesia

  • Nama asli : Soedirman
  • Nama panggilan : Sudirman
  • Tempat lahir : Bodas, Karangjati, Rembang, Purbalingga
  • Tanggal lahir : 24 Januari 1916
  • Orang tua : Karsid Kartawiraji dan Siyem

Perjalanan hidup sekaligus awal biografi pahlawan nasional Sudirman memang berliku. Sudirman mengalami hari – hari yang sangat sulit di masa kecilnya. Sudirman kecil ketika usianya masih berumur enam tahun, ia ditinggal oleh ayahnya meninggal dunia. Darisana hidupnya menjadi lebih sulit lagi karena harus kehilangan tulang punggung keluarga. Kemudian Cokrosunaryo mengadopsi Sudirman. Ia dibesarkan dengan sangat baik juga diajarkan tentang etika dan tata krama yang baik oleh ayah angkatnya dan diajarkan untuk hidup dalam kesederhanaan. Beliau adalah anak yang taat pada agama dan belajar ilmu Islam dibawah bimbingan Kyai Haji Qahar.

Ketika Sudirman berusia 7 tahun, kemudian Sudirman bersekolah di sekolah pribumi yang waktu itu namanya Hollandsch Inlandsche School. Namun kemudian ia bersekolah di Sekolah Taman Siswa yang merupakan sebuah sekolah yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Selanjutnya Sudirman melanjutkan sekolah menengah di Wirotomo. Kemudian ia melanjutkan ke HIK sekolah guru Muhammadiyah, Solo. Pada tahun 1936 Sudirman menikah dengan Alfiah, dulu merupakan teman sekolahnya dan merupakan putri dari seorang pengusaha batik yang bernama Raden Sastroatmojo. Ia dikaruniai dengan tujuh orang anak, Ahmad Tidawono, Muhammad Teguh Bambang Tjahjadi, Taufik Effendi, Didi Praptiastuti, Didi Sutjiati, Didi Pudjiati dan Titi Wahyudi Satyaningrum.

Dikisahkan dari salah satu muridnya mengatakan bahwa Sudirman merupakan guru yang adil dan sabar dalam mendidik muridnya. Ia juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang moderat dan demokratis. Sudirman juga aktif sebagai anggota kelompok dari Pemuda Muhammadiyah. Di tahun 1937, ia diangkat kemudian menjadi ketua dari kelompok pemuda muhammadiyah. Pada waktu itu ketika Sudirman sudah menikah, istrinya juga aktif dalam kegiatan kelompok putri Muhammadiyah Nasyiatul Aisyiyah. Walau Sudirman sedang sakit, Sudirman saat itu juga diangkat sebagai panglima besar TNI di negara baru bernama Republik Indonesia Serikat. Pada tanggal 28 Desember 1949, Jakarta kembali dijadikan sebagai ibu kota negara. Sudirman kembali ke asalnya dan wafat di Magelang pada tanggal 29 Januari 1950 dimana esok harinya jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki. Ia dikebumikan di sebelah makam Oerip. Inilah akhir cerita hidup sekaligus biografi Jendral Sudirman pahlawan nasional Indonesia yang juga berkontribusi dalam perang gerilya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *