Traveling

Merayakan Cap Goh Mei di ‘China Town of Indonesia’ Singkawang

Wisata Singkawang – Cap Goh Mei adalah satu dari rangkaian perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek yang dirayakan dengan meriah di Singkawang. Kemeriahan perayaan Cap Goh Mei selalu berhasil menarik perhatian baik warga setempat, turis domestik maupun turis mancanegara. Singkawang adalah bagian dari Provinsi Kalimantan Barat, Kota ini dikenal dengan sebutan ‘City of Thousand Temple’ karena di sini kamu bisa menemukan tempat peribadatan masyarakat keturunan Cina atau yang biasa disebut Klenteng dalam berbagai ukuran dan variasi struktur dalam jumlah yang sangat banyak. Mayoritas penduduk Kota Singkawang adalah keturunan cina yang mencapai hingga 70 persen dari total penduduk, sedangkan 30 persen lainnya adalah Melayu dan Dayak. Untuk menuju ke kota ini kamu harus menempuh perjalanan tiga sampai empat jam menggunakan bis maupun travel, karena tidak ada penerbangan langsung ke Singkawang. Mendekati hari perayaan Imlek, hotel dan tempat penginapan akan sangat penuh. Jika kamu ingin mengunjungi Singkawang untuk menyaksikan perayaan Cap Goh Mei disarankan memesan penginapan 3 bulan sebelum perayaan, walau memesan hotel jauh sebelum hari perayaan tidak menjamin kamu mendapat harga yang lebih murah.

Sumber: www.destinasi-indonesia.com

Cap Goh Mei dirayakan setiap hari kelima belas setelah Imlek dan biasa juga disebut ‘Chinese Valentine’s Day’ karena pada hari ini kerabat, sahabat dan keluarga berkumpul walau sekedar untuk makan bersama. Pada hari perayaan Cap Goh Mei, masyarakat keturunan Cina percaya bahwa pada hari itu para dewa berkumpul dan memberkati Kota Singkawang. Cap Goh Mei selalu dirayakan secara besar-besar di kota ini dengan berbagai macam pertunjukan. Bagian dari pertunjukan yang selalu dinanti-nanti adalah pertunjukan dari Tatung atau Shaman. Tatung atau shaman akan berpartisipasi dalam pertunjukan, mereka mewakili dan merepresentasikan Klenteng dan Dewa mereka. Di saat pertunjukan beberapa Tatung mengenakan baju tradisional kesatria dari Cina dan beberapa mengenakan pakaian tradisional Dayak. Pertunjukan kekuatan dan kekebalan juga dipertontonkan pada perayaan ini, menggunakan berbagai macam alat, seperti pedang, besi-besi tajam, dan alat-alat tajam lainnya. Tatung biasa memulai pertunjukan dengan membuktikan bahwa alat-alat yang digunakan benar-benar tajam dengan cara memotong botol plastik, batang kayu, hingga sayur-sayuran, layaknya pesulap yang menunjukkan kotak yang ia gunakan adalah kotak kosong. Setelah membuktikan ketajaman alat yang akan digunakan, Tatung mulai memotong atau melukai diri, menusukkan besi-besi ke pipi mereka dan berdiri di atas pedang-pedang tajam, dan semua itu adalah bagian dari pertunjukkan. Tentunya pertunjukkan semacam ini bukan untuk ditiru karena semua yang melakukan pertunjukkan adalah profesional.

Sumber: www.brothertrans.com

Selain pertunjukkan Tatung, pada perayaan Cap Goh Mei kamu dapat menyaksikan parade naga panjang yang sangat panjang, hingga mencapai 178 meter. Untuk memainkan replika naga panjang ini dibutuhkan setidaknya 180 orang pemain. Setelah parade Cap Goh Mei selesai replika naga ini akan dibakar dan janggutnya yang terbuat dari wol diperebutkan oleh masyarakat karena dipercaya dapat membawa keberuntungan. Ritual pembakaran replika naga ini dimaksudkan untuk mengembalikan roh naga ke Kahyangan setelah berada di dunia untuk mengusir kesialan, yaitu di dalam replika naga yang dibakar.

You are special, you are unique, so don’t try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close