Traveling

Sotong Pangkong dan Meriam Karbit yang Muncul Setahun Sekali

Wisata Pontianak – Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi khusus dalam menyambut bulan suci ramadhan, begitu pula dengan kota yang dialiri sungai terpanjang di Indonesia, Pontianak. Kota yang dikenal dengan Garis Khatulistiwa yang berada di tengah kota ini memiliki tradisi khas saat bulan ramadhan, yaitu Sotong Pangkong dan Meriam Karbit.

Sotong Pangkong

Sumber: www.titikkomatraveling.blogspot.co.id

Sotong pangkong adalah camilan khas pontianak kalimantan barat yang menjadi marak di bulan suci ramadhan. ‘Sotong’ memiliki arti cumi-cumi dan ‘pangkong’ berarti pukul. Sotong pangkong adalah camilan yang terbuat dari cumi yang dikeringkan. Cumi-cumi ini dibelah pada bagian tubuh sehingga terlihat melebar yang kemudian dikeringkan. Cara mengolah sotong atau cumi-cumi kering menjadi sotong pangkong tidaklah sulit. Pertama, sotong dibakar di atas bara api hingga mengeluarkan aroma sedap, namun beberapa orang biasanya memilih membakarnya hingga sedikit gosong sesuai selera masing-masing, sotong yang telah dibakar kemudian dipukul-pukul atau dipangkong hingga serat-seratnya menjadi halus dan mudah dikunyah. Untuk menikmati sotong bakar yang telah dipangkong ini harus dilengkapi dengan kuah yang terbuat dari cabai segar, bawang putih, kacang tanah, dan sedikit gula. Saat ini kuah untuk menikmati sotong pangkong sudah sangat bervariasi, masing-masing pedagang menciptakan resep kuah tersendiri untuk menarik minat pelanggan. Saat bulan suci ramadhan jumlah pedagang sotong pangkong bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa. Kebanyakan pedagang hanya mengambil momen bulan suci ramadhan untuk berjualan sotong pangkong. Salah satu tempat yang menjadi sentral pedagang sotong pangkong di bulan ramadhan adalah jalan merdeka. Kamu akan mendapati sepanjang jalan dipenuhi penjual sotong pangkong dari yang versi kaki lima sampai versi café tersedia di sini.

Festival Meriam Karbit

Sumber: www.broadcastsmk2.wordpress.com

Meriam karbit tidak bisa dipisahkan dari kota Pontianak. Festival ini diadakan di sepanjang pinggiran sungai kapuas di malam takbiran atau malam menjelang idul fitri. Meriam karbit terbuat dari batang kayu besar berdiameter 50-60 cm dengan bahan bakar karbit. Meriam ini akan menimbulkan bunyi dentuman yang bisa didengar dari radius beberapa kilo meter, jadi kamu bisa membayangkan bagaimana bunyinya jika kamu berada di tempat festival saat itu bukan? Meriam karbit memiliki sejarah panjang dengan kota Pontianak yang konon berasal dari nama ‘Kuntilanak’. Menurut cerita rakyat setempat Pontianak sebelum menjadi kota adalah tempat bersemayam kuntilanak, agar tanah kota pontianak dapat ditempati oleh manusia, untuk mengusir kuntilanak, dibuatlah meriam karbit. Festival ini akan dimulai dengan dinaikkannya meriam-meriam karbit dari sungai kapuas. Perendaman meriam dilakukan dari satu tahun sebelum, yaitu usai festival meriam di tahun sebelumnya, hal ini dinilai dapat memperpanjang usia meriam karbit. Saat penampilan, meriam-meriam ini diberi hiasan cat, bunga-bunga dan aksesoris berwarna-warni lainnya untuk mempercantik penampilan meriam. Tradisi ini, kini berkembang menjadi destinasi pariwisata bahkan dilombakan untuk memotivasi masyarakat dalam melestarikan tradisi.

You are special, you are unique, so don’t try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close