Kesehatan

Tips Penyimpanan dan Pengolahan Makanan yang Baik

Cara Menyimpan Makanan – Tak dipungkiri, penyimpanan dan pengolahan makanan yang kurang baik dapat menyebabkan hilangnya zat gizi pada bahan makanan. Jadi jangan asal memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas, cara pengolahannya pun akan berpengaruh pada kualitas nutrisinya. Pun demikian dengan cara pengolahannya, cara pengolahan yang kurang benar membuat nutrisi pada makanan mudah menguap. AkuPaham akan bagikan tips untuk Anda cara-cara agar bahan makanan Anda tak mudah kehilangan nutrisinya, simak ulasannya di bawah ini:

  1. Penyimpanan buah dan sayuran. Buah yang paling baik dikonsumsi saat terlalu matang, buah yang terlalu matang akan membuat kadar Indeks Glikemik (IG) di dalamnya meningkat dan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Ada baiknya buah dikonsumsi paling lama 3-4 hari setelah pembelian (kondisi segar). Penyimpanan buah, sayuran dan salad sebaiknya dalam kondisi dingin dan gelap, seperti lemari es maupun pantry. Cahaya dan panas dapat merusak kandungan vitamin B dan C. Namun untuk beberapa jenis buah seperti pisang, baiknya tidak dimasukkan ke dalam lemari es.
  2. Dibekukan. Berlawanan pada anggapan pada umumnya, buah dan sayuran beku ternyata mengandung zat gizi yang sama saja dengan buah dan sayuran segar, malah bisa lebih tinggi. Terutama jika proses pembekuannya dilakukan sesaat setelah panen, sehingga buah dan sayuran tidak mudah layu. Bahkan asosiasi konsumen di Inggris melakukan pengujian terhadap sejumlah buah dan sayur-sayuran yang telah disiapkan seperti melon dan kol brussel dengan vitamin C sebagai indikator seberapa segar dan bergizinya makanan-makanan tersebut, mereka menemukan bahwa di antaranya mempunyai jumlah vitamin C kurang dari setengah dari kandungannya saat baru dipanen.
  3. Rebus atau kukus. Selain membuat makanan terasa lebih enak, memasak bahan makanan juga membuat kandungan nutrisinya lebih mudah diserap tubuh serta meminimalisir resiko tercemarnya bakteri dan virus berbahaya. Namun seringkali pemasakan yang kurang benar justru merusak nilai gizi pada bahan makanan, sayur-sayuran misalnya. Sayuran yang dimasak terlalu matang akan menyusut nilai gizinya. Sedangkan ikan atau daging yang digoreng mengandung lebih banyak lemak tak jenuh dan kolesterol, perebusan atau pengukusan sayur, ikan, daging maupun telur membuatnya lebih sehat. Tentu dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama.
  4. Ditumis atau digoreng dengan sedikit minyak. Tidak dipungkiri bahwa makanan yang digoreng rasanya lebih lezat daripada diolah dengan cara lain, namun sebaiknya untuk meminimalisir kandungan lemak tak jenuh, makanan sebaiknya di tumis atau digoreng dengan sedikit minyak. Menumis atau menggoreng dengan sedikit minyak akan menahan kandungan vitamin B dan C yang mudah larut dengan air.
  5. Dipanggang atau dibakar. Metode ini merupakan alternatif cara pengolahan makanan yang lebih sehat daripada digoreng dengan banyak minyak, terutama untuk ikan dan daging olahan. Namun yang perlu diingat, membakar terlalu lama hingga menyebabkan daging berwarna kehitaman atau gosong dapat mencetuskan zat karsinogen yaitu senyawa penyebab kanker. Jadi jangan panggang/bakar daging terlalu lama.
  6. Konsumsi mentah. Ahli gizi meyakini bahwa mengonsumsi makanan mentah (raw food) seperti wortel atau buah bit akan memaksimalkan kandungan nutrisinya karena antioksidannya sensitif terhadap panas maupun air. Orang Jepang juga gemar memakan makanan mentah seperti Sushi dan Sashimi. Mereka meyakini bahwa beberapa makanan seperti ikan dan sayuran baik dikonsumsi secara mentah. Temukan beragam informasi menarik lainnya mengenai makanan dan kesehatan hanya di situs AkuPaham.

Information is Power. But like all power, there are those who want to keep it for themselves. – Rendra Saputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close