Inovasi

Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta

AKUPAHAM.COM – Proyek renovasi Masjid Istiqlal akan mencakup pembangunan terowongan bawah tanah yang disebut “terowongan persaudaraan” yang akan menghubungkan masjid dengan Katedral Jakarta di seberang jalan di Jakarta Pusat, kata Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Ada saran untuk membangun terowongan dari Masjid Istiqlal ke katedral dan saya setuju. Itu akan menjadi terowongan persaudaraan,” kata Jokowi setelah meninjau kemajuan renovasi pada hari Jum’at, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan media yang dikeluarkan oleh Sekretariat Negara.

Terletak di seberang jalan satu sama lain, hubungan antara Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta telah dipuji oleh banyak orang, karena manajemen masing-masing rumah ibadah secara teratur menyediakan ruang parkir untuk satu sama lain selama perayaan keagamaan termasuk Idul Fitri dan Natal.

Renovasi Masjid Istiqlal dimulai pada Mei tahun lalu. Bangunan ini adalah situs warisan budaya yang penting dan menjadi tuan rumah bagi banyak kegiatan keagamaan dan sosial kota.

Jokowi mengatakan renovasi akan menjadi yang terbesar untuk masjid dalam 41 tahun dan akan menelan biaya Rp 475 miliar (US $ 34 juta), meskipun ia tidak merinci berapa yang akan dihabiskan untuk pembangunan terowongan.

Sumber Foto: sindonews

Renovasi, yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, termasuk meningkatkan interior dan eksterior bangunan sesuai dengan rencana induk.

“Juga akan ada lansekap [di sekitar masjid]. Sungai yang mengalir melalui kompleks akan ditingkatkan, seperti halnya taman,” kata Jokowi.

Dua lantai parkir bawah tanah juga akan dibangun untuk meningkatkan kapasitas parkir masjid dari 500 mobil dan motor menjadi sekitar 745 kendaraan.

Jokowi menyatakan harapan renovasi akan selesai sebelum Ramadhan tahun ini.

“Kami berharap semuanya akan selesai pada bulan April,” katanya.

Sumber: The Jakarta Post

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Nanda Ang

Love and Work, Work and Love, that's all there is. -Sigmund Freud-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close