Pendidikan

Kenapa Kita Mudah Percaya Pada Teori Konspirasi?

Apakah kamu percaya bumi itu datar? Atau kamu percaya bumi itu bulat? Apakah kamu salah satu orang yang percaya illuminati itu ada? Apakah kamu meragukan pendaratan pertama di bulan yang dilakukan oleh Buzz Aldrin dan Neil Armstrong? Sebagian dari kamu menganggap hal-hal di atas sebagai kebohongan dan konspirasi, dan sebagian lainnya percaya akan adanya hal-hal di atas. Kemudian apakah hal-hal di atas adalah bagian dari teori konspirasi? Lalu apa itu teori konspirasi? Apakah tujuannya? Dan kenapa kita kerap mempercayai teori konspirasi? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

Kenapa Kita Mudah Percaya Pada Teori Konspirasi?
Teori konspirasi tentang pendaratan di bulan yang dianggap hoax- Youtube

Pengertian teori konspirasi

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, secara bahasa konspirasi dapat diartikan sebagai persekongkolan atau komplotan. Sedangkan menurut kamus Oxford, teori konspirasi memiliki definisi ‘keyakinan bahwa beberapa organisasi rahasia yang memiliki pengaruh luas bertanggung jawab atas suatu peristiwa atau kejadian.’ Pada tahun 1999 dalam bukunya 20th century words, John Ayto menjelaskan definisi teori konspirasi adalah sebuah penjelasan tentang suatu peristiwa atau kejadian yang menimbulkan konspirasi yang tidak beralasan, yang dilakukan oleh orang-orang yang berpengaruh. Pada umumnya, konspirasi melibatkan hal-hal yang berbahaya dan ilegal.

Kesimpulannya, teori konspirasi adalah kepercayaan bahwa adanya dalang dibalik suatu peristiwa atau kejadian. Dalang dari kejadian ini bisa jadi orang-orang dari organisasi rahasia, orang-orang yang memiliki jabatan atau pengaruh, yang ingin mencapai suatu tujuan tertentu.

Tujuan melakukan konspirasi

Tujuan melakukan konspirasi tentunya berbeda-beda sesuai dengan kepentingan dan tujuan yang ingin dicapai kelompok atau orang yang berkuasa tersebut. Secara umum konspirasi dilakukan untuk menyalahkan suatu pihak atau untuk membuat suatu alasan. Contohnya adalah saat seseorang mengikuti pemilihan umum kemudian kalah, ia kehilangan uang, dan pengaruh, maka ia memerlukan sesuatu untuk menjelaskan atau disalahkan sebagai penyebab kekalahannya.

Lalu kenapa kita mudah percaya pada teori konspirasi?

Tingkat pendidikan dan pendapatan

Menurut penelitian, teori konspirasi akan lebih mudah dipercayai tergantung pada tingkat pendidikan dan pendapatan seseorang. Orang-orang yang tidak memiliki pendidikan setaraf SMA 42% mempercayai setidaknya satu teori konspirasi di kehidupan mereka. Angka ini kemudian turun pada mereka yang mengenyam bangku perkuliahan hingga 23% jika dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan di bawah SMA. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 menemukan bahwa mereka yang berpendapatan rumah tangga $ 47,193 lebih cenderung mempercayai teori konspirasi dari pada mereka yang berpendapatan $ 63, 824.

Kenapa Kita Mudah Percaya Pada Teori Konspirasi?
Illuminati adalah salah satu teori konspirasi terbesar yang pernah ada- Kaskus

Kelompok dan teman sebaya

Teori konspirasi juga semakin mudah dipercayai karena adanya pengaruh kelompok dan teman sebaya. Manusia adalah makhluk sosial yang kerap kali mengutamakan pengakuan dibanding kebenaran. Saat suatu kelompok dan teman sebaya memiliki kepercayaan A, maka mereka yang membutuhkan pengakuan kemudian mengikuti kepercayaan tersebut untuk dapat diakui sebagai anggota kelompok.

Jika kamu penasaran ingin membuktikan efek sosial dari suatu kelompok, kamu bisa mencoba percobaan yang dilakukan pada 1961 oleh seorang Psikolog dari Amerika bernama Stanley Milgram. Percobaan ini dinamakan ‘eksperimen ujung jalan,’ kamu bisa mencobanya dengan berhenti di pinggir jalan yang dilewati banyak orang, lalu menatap langit selama 60 detik. Kemungkinan akan ada beberapa orang yang ikut berhenti dan memperhatikan apa yang kamu lihat. Stanley Milgram melakukan eksperimen ini dan mendapati 4% orang mengikutinya. Cobalah lakukan eksperimen ini bersama 15 orang teman kamu, maka kamu akan mendapati setidak 40% orang berhenti dan ikut melihat apa yang kamu dan teman-teman lihat.

Sama halnya dengan prinsip gagasan dan pandangan sehari-hari, bahwa semakin banyak yang percaya maka semakin mudah untuk mempengaruhi yang lain dan diterima sebagai kebenaran. Karena itulah kebenaran di dalam suatu kelompok sosial digunakan sebagai cara pandangan oleh orang di dalam kelompok sosial tersebut. Kesimpulannya, pembuktian sosial lebih diterima dibandingkan pembuktian dengan hanya menggunakan bukti. Hal ini kerap kali membuat kita bias, dan mengabaikan bukti yang nyata.

Nah itu dia, beberapa alasan dan sedikit penjelasan tentang teori konspirasi. Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam tentang teori konspirasi, ada baiknya membaca buku-buku terkait. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk baca artikel seputar dunia pendidikan di sini ya!

Sumber: National geographic, Time, Wikipedia, dan Kok-Bisa

Tags

You are special, you are unique, so don't try to copy others.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close