Inspirasi

Desa Adat Sasak

Sasak – Nama suku Sasak di telinga sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi, apalagi untuk kamu yang sudah pernah berkunjung ke Pulau Lombok. Suku Sasak adalah suku yang mendiami pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tahukah kamu berasal dari manakah nama ‘Sasak’? Konon dahulu nama pulau Lombok adalah Sasak yang berasal dari kata ‘sesek’ atau ‘seksek’ yang berarti sesak, karena saat itu pulau Lombok dipenuhi dengan pepohonan padat. Pendapat lain mengatakan bahwa ‘Sasak’ berasal dari bahasa sansekerta yaitu ‘sah’ yang berarti pergi dan ‘saka’ yang berarti asal, jadi Sasak berarti orang-orang yang pergi meninggalkan asalnya. Dalam beberapa literatur hal ini dijelaskan sebagai suku Jawa yang pergi ke Lombok. Suku Sasak diduga memiliki kaitan yang erat dengan kerajaan Majapahit yang ada di tanah Jawa, dibuktikan dengan beberapa nama tempat yang berada di pulau Lombok diberi nama yang sama dengan tempat-tempat yang ada di Jawa seperti  Mataram, Kediri, Tegal, dan lain-lain.

Sumber: www.kompasiana.com

Sade: Desa Adat Sasak

Salah satu desa adat Sasak yang masih terjaga hingga kini adalah Desa Sade. Desa ini berada di Lombok Tenggah, di pinggir jalan raya menuju pantai Kuta Lombok. Rumah-rumah adat suku Sasak di Desa Sade dibuat di atas tanah yang ditinggikan. Atapnya berbentuk seperti limas dan terbuat dari jerami, dengan dinding yang terbuat dari anyaman. Di desa ini terdapat sebuah masjid bernama masjid Nur Syahada, secara arsitektur masjid ini cukup modern dengan kesan etnik. Masjid ini dibangun karena mayoritas penduduk Desa Sade beragama Islam. Selain masjid, Desa Sade juga memiliki lumbung padi tradisional yang beratapkan jerami yang berbentuk oval dengan ujung yang lancip. Lumbung padi ini sekarang sering kali digunakan sebagai spot foto, mulai dari foto dengan teman, foto iseng sampai foto pre wedding, tentunya menggunakan kain tenun khas Lombok. Spot foto ini instagramable banget buat kamu yang suka post foto unik di instagram.

Desa suku Sasak umumnya memiliki pola berkelompok yang padat. Kumpulan dari rumah-rumah suku Sasak disebut gubuk. Gabungan dari gubuk-gubuk disebut Dasan dan biasa memiliki batas alam seperti gunung, laut atau sungai, dan lain-lain. Dalam setiap Dasan terdapat pemimpin yang disebut Jero atau Jero Kliang dan dibantu dengan wakil yang disebut Jroarah.

Saat ini sebagian besar warga Desa Sade bekerja sebagai pengrajin kain tenun khas Lombok, dan berbagai macam kerajinan tangan serta oleh-oleh khas Lombok lainnya. Saat kamu memasuki Desa Sade, kamu akan diminta untuk mengisi buku tamu, dan jangan lupa untuk memberikan sumbangan sukarela untuk penjagaan dan pelestarian Desa Sade, karena di Desa Sade tidak diterapkan biaya tiket masuk.  Jika kamu beruntung, kamu dapat menyaksikan arak-arakan pengantin Suku Sasak atau menonton pertunjukan tari dan seni. Bagaimana menarik bukan Desa adat Sasak?

 

Tags

You are special, you are unique, so don’t try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close