Bisnis

Royke Tumilaar Ditunjuk Sebagai Direktur Utama Bank Mandiri

Pemegang saham Bank Mandiri telah secara resmi menunjuk Royke Tumilaar untuk menjadi presiden direktur baru.

Royke akan menggantikan Kartika “Tiko” Wirjoatmodjo, yang mengundurkan diri dari jabatannya pada Oktober setelah ia ditunjuk menjadi salah satu wakil menteri Menteri BUMN Erick Thohir.

“Kami percaya manajemen yang baru ditunjuk terdiri dari orang-orang terbaik yang dapat berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis perusahaan, khususnya di segmen korporasi dan ritel,” kata sekretaris perusahaan Rohan Hafas dalam sebuah pernyataan setelah bank mengadakan pertemuan pemegang saham luar biasa di Jakarta pada Senin. .

Sementara itu, mantan direktur hubungan kelembagaan Alexandra Askandar akan menggantikan Royke sebagai direktur perbankan korporat baru bank tersebut dan mantan wakil presiden eksekutif senior perbankan korporasi Silvano Rumantir juga ditunjuk sebagai direktur keuangan pemberi pinjaman.

Selain menunjuk Royke, pemegang saham menunjuk wakil menteri Tiko untuk menjadi presiden komisaris, menggantikan Hartadi Agus Sarwono.

Sumber Foto: wartaekonomi.co,id

Mantan menteri keuangan Chatib Basri juga secara resmi ditunjuk dalam pertemuan tersebut untuk menjadi wakil presiden komisaris bank yang baru. Chatib akan menggantikan mantan sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro, yang mengundurkan diri dari jabatannya pada 19 November dan ditugasi untuk memimpin perusahaan pupuk milik negara, Pupuk Indonesia, sebagai wakil presiden direktur.

“Saya bersyukur bahwa Pak Chatib Basri bersedia menjadi anggota dewan komisaris Bank Mandiri,” kata Erick pada hari Minggu dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan pengangkatan Chatib di dewan komisaris bank. “Dia adalah mantan menteri dengan reputasi baik yang ingin ‘berkeringat’ dan meningkatkan BUMN.”

Menanggapi pengangkatannya, Chatib mengatakan dia menganggap tugas itu tantangan. Dia juga berharap bahwa dia dapat membantu meningkatkan kinerja bank dan membuatnya dapat beradaptasi dengan perubahan di masa depan.

Sumber: The Jakarta Post

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Nanda Ang

Love and Work, Work and Love, that's all there is. -Sigmund Freud-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close