Ingin Tahu

Diet Tinggi Protein dalam Ketogenik: Apakah Benar Menyehatkan?

AKUPAHAM.COM – Semua pasti pernah mendengar istilah diet Ketogenik, sebuah metode diet yang menekan drastis jumlah konsumsi karbohidrat dan sebaliknya meningkatkan konsumsi lemak dan protein sebagai sumber energi tubuh. Metode diet tersebut adalah salah satu dari beberapa metode diet lainnya, seperti Atkins dan South Beach, yang menerapkan diet tinggi protein dalam metodenya demi menurunkan berat badan dan mendatangkan kesehatan. Namun, apakah sebenarnya diet tinggi protein benar-benar sehat bagi tubuh?

Sebuah penelitian baru-baru ini menerbitkan fakta yang mungkin akan terlihat cukup mencengangkan bagi para kaum pecinta diet tinggi protein. Dua penelitian terpisah yang masing-masing dilakukan di Korea dan Belanda mengatakan bahwa diet tinggi protein sangat berhubungan dengan risiko terjadinya gagal ginjal!

Diet Tinggi Protein. Sumber: mynetdiary

Normalnya, konsumsi protein yang dianjurkan adalah sebanyak 10-15% dari total sumber energi setiap makan. Namun pada beberapa metode diet tinggi protein seperti Ketogenik, anjuran konsumsi proteinnya mencapai 20-25%. Hal tersebut akan berpengaruh pada bagaimana ginjal bekerja membuang ‘sampah-sampah’ dalam tubuh.

Singkat cerita, semakin tinggi protein yang dikonsumsi, maka semakin ‘berat’ ginjal bekerja sebagai pembuangan limbah tubuh. Fungsi ginjal pun akan terus menurun seiring dengan semakin banyaknya konsumsi protein dalam sehari, hingga suatu saat dapat menjadi gagal ginjal di mana ia tak lagi mampu membuang limbah tubuh dan menyebabkan limbah tersebut menumpuk dalam tubuh.

Terdengar mengerikan, ya? Memang, pada kenyataannya diet tinggi protein tidak se-indah yang diberitakan selama ini. Ingin menurunkan berat badan dengan cepat, tetapi justru mendapat risiko terkena gagal ginjal kelak. Mungkin, kita sebagai manusia harus kembali pada prinsip keseimbangan. Segala sesuatu yang baik sekalipun dapat berbalik menjadi kurang baik jika berlebihan. Makan dengan porsi seimbang, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Pun begitu juga dengan olahraga, janganlah terlalu berat melebihi kemampuanmu sendiri. Sepertinya dengan begitu tubuh kita akan menjadi benar-benar sehat, bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close Subscribe Card