InspirasiPopuler

Satoshi Nakamoto: Penemu Bitcoin yang Menjadi Triliuner Pertama di Dunia

Beberapa waktu terakhir tren Bitcoin mencapai puncaknya. Uang digital yang pertama kali dikenalkan pada Januari 2009 ini, kini mencapai harga $10.000 pada akhir November 2017. Beberapa pihak mulai merasa ketakutan karena tidak menyangka bahwa uang digital ini berkembang begitu pesat dalam kurun waktu beberapa tahun. Bahkan beberapa orang mulai merasa menyesal karena tidak melakukan investasi pada Bitcoin. Seorang pria justru merasa lebih menyesal lagi karena telah menggunakan Bitcoinnya untuk membeli dua kotak pizza yang kini setara nilainya dengan $130.

Sumber: Pixabay

Satu hal tentang Bitcoin adalah tidak ada yang benar-benar tahu apa itu Bitcoin dan kemana Bitcoin ‘pergi.’ Tetapi ada banyak orang yang menjadi kaya raya dikarenakan desentralisasi Bitcoin, hal inilah yang membuat banyak orang menggilai investasi Bitcoin. Walau Bitcoin adalah uang digital yang tidak di semua tempat ia diterima. Jika para pengguna Bitcoin saat ini saja bisa menjadi kaya, tentu seorang yang lebih kaya raya dari mereka adalah penemu Bitcoin itu sendiri, yaitu Satoshi Nakamoto. Nama yang identik dengan laki-laki Jepang ini hingga kini tidak diketahui pasti apakah seorang laki-laki atau perempuan, perorangan atau grup. Ia baru-baru ini disebut sebagai triliuner, yaitu orang yang memiliki 13 digit- $1.000.000.000.000 angka di belakang namanya.

Beberapa orang meramalkan bahwa Satoshi Nakamoto telah meninggal dunia, karena tidak ada seorang pun yang mendengar kabar darinya sejak email terakhirnya pada pengembang Bitcoin, Mike Hearn pada tahun 2011. Tidak ada yang benar-benar yakin tentang Satoshi Nakamoto, karena ia bahkan tidak pernah membelanjakan satu Bitcoin pun yang ia miliki. Ia sendiri diperkirakan memiliki sekitar 1 juta Bitcoin. Jika dikalkulasikan dengan harga Bitcoin saat ini $17.000, setidaknya ia memiliki $17 miliar di kantongnya.

Hingga saat ini banyak orang yang percaya bahwa Bill Gates akan menjadi triliuner pertama di dunia. Walau oleh Oxfam, hal itu diperkirakan akan terjadi setidaknya dalam 25 tahun ke depan. Sedangkan Bitcoin akhir-akhir ini telah menjadi mata uang umum yang cukup banyak digunakan. Para pakar kemudian mulai memproyeksikan, memperkirakan serta menghitung sampai dimana mata uang digital ini dapat berkembang.

Sumber: Pixabay

Dengan uang yang dimiliki oleh Satoshi Nakamoto saat ini, ia bisa menjadi orang ke 52 terkaya di dunia dalam daftar Forbes, jika dibandingkan dengan daftar orang terkaya dunia Forbes terakhir kali. Agar Satoshi dapat menjadi orang terkaya di dunia, menggantikan posisi Bill Gates, setidaknya harga Bitcoin harus mencapai $88000. Lalu untuk dapat menjadi triliuner pertama di dunia, harga Bitcoin setidaknya harus mecapai $ 1.000.000. Walau terdengar tidak masuk akal, hal ini dibuktikan dari perkembangan Bitcoin sendiri yang pada tahun 2016 harganya mencapai $800 dan di tahun 2017 telah mencapai $17,000. Semua kekayaan yang dimiliki Satoshi ini dikarenakan ia memulai sistem Bitcoin, mata uang tanpa negara, tanpa pemerintah.

Walau demikian Nakamoto sendiri memiliki masalah yang harus dihadapi. Para analis memperkirakan jika, Nakamoto menjual sedikit saja dari Bitcoinnya, maka hal ini bisa menyebabkan gelombang krisis yang akhirnya dapat menjatuhkan Bitcoin. Katakanlah bahwa oada akhirnya ia menjadi triliuner pertama di dunia, namun ia tidak bisa membelanjakan sedikit pun uangnya, karena sangat beresiko dengan uang tunai. Pada akhirnya ia hanya bisa melihat pertumbuhan dari Bitcoin itu sendiri tanpa melakukan apa-apa untuk membelanjakan uang yang ia miliki.

Itulah tadi, proyeksi Satoshi Nakamoto, penemu Bitcoin yang dapat menjadi triliuner pertama di dunia. Jangan lupa juga untuk membaca artikel populer lainnya di sini ya!

Sumber: Vt

Tags

You are special, you are unique, so don't try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close