Bisnis

Pemerintah akan Bentuk Perusahaan Induk Asuransi untuk Menyelamatkan Jiwasraya

AKUPAHAM.COM – Pemerintah berencana untuk mendirikan perusahaan induk asuransi negara bulan depan dalam upaya untuk menyuntikkan uang dan menyelamatkan perusahaan asuransi milik negara PT Asuransi Jiwasraya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan pada hari Rabu bahwa perusahaan induk diharapkan akan didirikan pada pertengahan Februari.

“Surat-surat perusahaan induk baru saja ditandatangani dan kami harus mengikuti langkah-langkah pembentukan perusahaan induk sesuai sebagai bagian dari saran kami dalam menangani kasus Jiwasraya,” katanya di Istana Presiden di Jakarta.

Perusahaan induk diproyeksikan memiliki total 1,5 triliun (US $ 109,7 juta) hingga Rp 2 triliun dalam “cash flow”, kata Erick, menambahkan bahwa itu akan digunakan untuk membantu perusahaan asuransi yang sakit meningkatkan keuangannya.

Erick mengatakan pendanaan tambahan kemungkinan akan datang dari penjualan saham perusahaan asuransi senilai sekitar Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun dan dari mitra strategis anak perusahaan Jiwasraya Putra yang dapat memberikan perusahaan asuransi tambahan dana Rp 1 triliun hingga Rp 3 triliun.

Sumber Foto: kompas

“Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membayar klaim pemegang polis secara bertahap,” katanya, seraya menambahkan bahwa kementerian bekerja sama erat dengan Kementerian Keuangan untuk “mengembalikan” uang pemegang polis Jiwasraya.

Erick, bersama dengan Kementerian Keuangan, juga akan membahas langkah-langkah ini dengan Dewan Perwakilan Rakyat selama sidang yang akan dilaksanakan pada 20 Januari.

Jiwasraya mengalami kesulitan menyusul pengumuman pada Oktober 2018 bahwa ia gagal membayar kebijakan Rencana Tabungan JS yang jatuh tempo senilai Rp 802 miliar. Jiwasraya juga tidak mampu membayar pemegang polis senilai Rp 12,4 triliun yang seharusnya dibayarkan pada Desember 2019.

Kantor Kejaksaan Agung pada Selasa menangkap lima orang karena dugaan peran mereka dalam dugaan korupsi di Jiwasraya. Kelima orang itu termasuk mantan presiden direktur Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan direktur keuangan Harry Prasetyo dan mantan kepala divisi investasi dan keuangan, Syahmirwan.

Direktur properti PT Hanson International, perusahaan publik, Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, juga disebut sebagai tersangka dan ditangkap dalam kasus tersebut.

Sumber: The Jakarta Post

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Nanda Ang

Love and Work, Work and Love, that's all there is. -Sigmund Freud-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close