Populer

Noa Jansma: Mendokumentasikan Pelaku Pelecehan Terhadapnya Melalui Instagram.

“Cewek!” sapa beberapa laki-laki di pinggir jalan disusul siulan.

Beberapa dari kamu mungkin pernah mengalami hal ini ketika berjalan sendirian bahkan bersama beberapa teman wanita di jalanan. Hal ini sangat sering terjadi khususnya kepada wanita yang sedang berjalan kaki, bahkan saat sekedar akan menyeberang jalan, menuju titik temu dengan abang ojek online, saat akan keluar dari stasiun, atau di depan mini market. Kenyataannya hal ini bukan hanya diterima oleh wanita di Indonesia saja, tapi di banyak negara di dunia. Sapaan semacam ini bisa saja dimasukkan ke dalam pelecehan dan telah dibahas oleh begitu banyak aktivis perempuan di luar sana, walau kenyataannya tidak banyak hal yang berubah.

Pelecehan seksual atau sexual harassment adalah keadaan atau perilaku yang tidak menyenangkan atau tidak dapat diterima baik melalui kontak fisik, lisan bahkan isyarat. Isu ini telah banyak diangkat khususnya di tempat kerja, walau demikian pelecehan seksual sebenarnya dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, salah satunya adalah ucapan-ucapan seperti di atas.

Untuk mengajukan protes terhadap pelecehan yang dialami dirinya, seorang wanita bernama Noa Jansma seorang pelajar berusia 20 tahun, mendokumentasikan dirinya bersama orang yang telah melakukan pelecehan kepada dirinya, dan mempostingnya di Instagram dengan akun bernama “dear catcallers”. Ia juga menuliskan caption sesuai dengan kata-kata yang dilontarkan oleh orang-orang yang ia nilai melakukan pelecehan terhadapnya.

Foto 1

#dearcatcallers "I know what I would do with you, baby"

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 2

Foto 3

#dearcatcallers "meisjeeeeee!" *gefluit* / Girlllllllll! *whistling*

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 4

#dearcatcallers "weheeee horny girl"

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 5

#dearcatcallers "Babyyyyyyyy! THANKYOU" *blowkiss* (slide ➡️)

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 6

Foto 7

#dearcatcallers "baby! Baby! *whisting*"

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 8

Foto 9

Classic 2.0 "psssst, whoooooop, Can he have your number?" #dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 10

Foto 11

Mmmmmm beautiful sweet girl #dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 12

#dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Foto 13

"Wohoo look! *laughing and loud whistling* " #dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Dari foto-foto di atas, kamu sebagai wanita mungkin merasa kesal bahkan sedih melihat ekspresi yang diperlihatkan oleh para pelaku pelecehan. Mereka tersenyum bahagia dan tanpa rasa bersalah. Noa Jansma membagikan pengalamannya melalui social media dengan harapan suatu hari akan ada tanggapan atau perbincangan serius mengenai pelecehan yang dialami para wanita setiap harinya di seluruh dunia. Kapan pun wanita atau aktivis wanita angkat bicara mengenai perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan para pria, kebanyakan pria akan menjauhi si pelaku pelecehan dan membedakan diri mereka sendiri, seperti yang mereka lakukan melalui media sosial dengan hashtags #notallmen.

Seperti yang diperlihatkan dalam foto-foto yang disebarkan Noa Jansma, bahwa pelaku-pelaku tidak datang dari latar belakang sosial ekonomi tertentu, atau terbatas hanya oleh beberapa tipe pria. Jika para pria di luar sana menyadari tanggung jawabnya sebagai seorang makhluk sosial yang harus menghargai dan menghormati sesama dan menghindari perilaku tidak mengenakkan dari pada sekedar memisahkan diri dari golongan para pelaku pelecehan, maka dunia ini tentunya dapat menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi semua wanita.

#dearcatcallers

A post shared by dearcatcallers (@dearcatcallers) on

Wanita-wanita di dunia ini pun berharap, semakin banyak wanita pemberani seperti Noa Jansma yang mengungkapkan pemikirannya dari pada memilih diam dan berlalu.  Saat melakukan protes melalui media sosialnya, tidak jarang Noa Jansma mendapat kritikan pedas dari  orang-orang yang tidak sependapat dengannya, namun keberanian Noa haruslah diacungi jempol karena sedikit banyak membuahkan hasil yaitu pelaku-pelaku pelecehan dijerat hukuman dengan undang-undang tertentu seperti yang diberlakukan di kampung halaman Noa, yaitu Belanda dan telah dimulai pada 1 January 2018.

Nah itu tadi keberanian tidak biasa yang dimiliki oleh wanita cantik, Noa Jansma. Semoga tidak ada lagi perlakuan kurang menyenangkan yang terjadi pada para wanita di luar sana setiap harinya. Jangan lupa untuk membaca artikel populer dan kekinian lainnya di sini ya!

Sumber: Born Realist

Tags

You are special, you are unique, so don't try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close