PendidikanPopuler

Tahukah Kamu Bagaimana Cara Orang Mesir Kuno Membuat ‘Mumi’?

Mumi Mesir – The Mummy Return, Hotel Transilvania, The Scorpion King, beberapa dari kamu tentu sudah pernah menonton film-film ini? Di film-film tersebut kamu tentu bertemu dengan beberapa karakter, salah satunya adalah karakter mumi. Mumi adalah mayat yang diawetkan yang dilakukan pada masa Mesir Kuno. Saat itu orang Mesir Kuno percaya bahwa orang-orang yang memiliki tubuh walau telah meninggal dapat pergi ke kehidupan selanjutnya, sedangkan yang tidak memiliki tubuh tidak bisa akan bisa melanjutkan hidup di kehidupan selanjutnya.

Pembuatan Mumi Mesir

Apakah orang mesir kuno langsung mahir dalam pembuatan mumi? Tentu saja tidak, mereka membutuhkan waktu hingga 1,500 tahun dari percobaan pembuatan mumi yang pertama untuk dapat benar-benar mahir membuat mumi. Pembuatan mumi pertama tentu gagal, karena hanya dibalut dengan perban dan tubuh yang dimumi membusuk dengan cepat. Lalu siapakah yang membuat mumi dengan lebih baik? Jawabannya adalah chef atau tukang masak. Karena saat itu tidak ada kulkas untuk menyimpan daging, para tukang masak melakukan beberapa hal seperti merendam daging dengan garam untuk mengawetkan daging tersebut.

Sumber: www.vox.com

Berikut Ini adalah langkah-langkah orang mesir kuno membuat mumi:

  1. Jenazah atau mayat yang akan dijadikan mumi dibwa ke ‘beautiful house’ atau sebuah tenda terbuka di tengah-tengah alam terbuka untuk menghilangkan bau yang tidak sedap yang dikeluarkan oleh mayat tersebut.
  2. Letakkan mayat di atas sebuah dipan kayu. Dipan kayu tersebut dibuat dari papan-papan kayu yang berjarak dari satu dan yang lainnya sehingga orang yang bertugas untuk memumikan dapat dengan mudah memasang perban di bagian bawah tubuh.
  3. Mengeluarkan bagian otak dengan cara memasukkan kait yang terbuat dari kawat melalui hidung. Bagian otak kemudian dikeluarkan dengan cara menarik otak keluar dari hidung dengan kait.
  4. Setelah bagian otak dikeluarkan, isi bagian tengkorak dengan ‘natron’ yaitu sejenis garam. Pemberian garam dimaksudkan sebagai pengawet, untuk mencegah pembusukan jaringan tubuh.
  5. Beralih ke bagian perut. Perut dari mayat yang akan dimumikan dibedah, kemudian keluarkan paru-paru, liver, usus besar dan isi perut lainnya kecuali jantung.
  6. Bersihkan liver, isi perut, usus besar, dan paru-paru menggunakan anggur (wine), lalu masukkan ke dalam empat tempat terpisah yang disebut ‘canopic jars’.
    Sumber: www.weclipart.com
  7. Setelah mengeluarkan isi perut, selanjutnya tubuh yang akan dimumikan direndam di dalam ‘natron’ selama tujuh hari. Proses ini diharapkan dapat mengawetkan tubuh dengan baik.
  8. Untuk membuat bentuk yang sesuai pada bagian perut yang kosong, pembuat mumi memasukkan kain-kain ke dalamnya. Setelah didapatkan bentuk tubuh yang seharusnya perut yang sudah dibedah kemudian dijahit.
  9. Proses kemudian dilanjutkan dengan membungkus seluruh bagian tubuh, dari kepala hingga kaki dengan perban.
  10. Proses terakhir dari memumikan adalah ceremony of ‘opening the mouth’ atau upacara membuka mulut mumi tersebut. Kenapa mulut mumi harus dibuka? Jika mulut dari mayat yang dimumikan tidak dibuka maka mumi tersebut di kehidupan selanjutnya tidak akan bisa makan atau minum atau pun berbicara.

You are special, you are unique, so don’t try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close