Info BeasiswaPendidikan

LGD LPDP dan Cara Menghadapinya. Dijamin Lulus!

LGD LPDP – Dalam mendapatkan beasiswa LPDP memang cukup sulit, karena LPDP memiliki beberapa rangkaian tes yang dapat mengukur kemampuan kandidat dari berbagai aspek. Untuk mengukur kemampuan bahasa serta kemampuan menyampaikan pendapat, LPDP memiliki tes Leaderless Group Disccussion atau LGD. LGD LPDP sendiri merupakan sesi yang melibatkan peserta untuk berdikusi secara setara tanpa ada perbedaan status, di mana memang tidak ada yang menjadi pemimpin dalam diskusi tersebut.

Lantas, poin apa saja yang LPDP inginkan dari peserta saat mengkuti LGD LPDP ini? Selain mengukur kemampuan bahasa, tentu LPDP ingin melihat kepribadianmu dalam menyampaikan dan menerima pendapat orang lain. Biasanya LGD LPDP terdiri dari 8 orang, di mana kamu belum pernah mengenal satu sama lain sebelumnya. Kamu akan diberikan waktu 5 menit untuk membaca isu dari artkel yang sudah disiapkan oleh pihak LPDP dan mendiskusikannya selama 25 menit.

Berikut adalah hal-hal yang harus kamu lakukan saat LGD LPDP

Siapkan Nama Pengenal

LGD LPDP
LGD LPDP-Pixabay.com

Saat memasuki ruangan LGD LPDP, panitia LPDP akan menentukan posisi kursi yang harus kamu tempati. Di mana bentuk kursi dan meja tersebut membentuk huruf U dan berhadapan dengan dua psikolog yang bertindak sebagai penilai. Saat menduduki kursi mu, pastikan kamu sudah membawa nama pengenal mu yang sudah kamu print sebelumnya. Nama pengenal ini bisa kamu dapatkan dengan mengunduh di borang online LPDP saat pengumuman seleksi administrasi. Dan nama pengenal tersebut harus kamu letakan di atas meja mu, agar lawan bicaramu tidak bingung dengan nama mu saat ingin menyanggah atau mendukung argumen mu.

Baca dengan Teliti

LGD LPDP
LGD LPDP-Pixabay.com

Ketika kamu sudah menempati kursi masing-masing, di meja kamu sudah tersedia satu halaman artikel yang dikutip dari media nasional. Artikel tersebut berisi isu nasional terkini, bacalah dengan teliti dan seksama, sembari memikirkan argumen atau pendapat yang akan kamu sampaikan. Jangan lupa catat argumen yang akan kamu sampaikan di atas kertas yang sudah disediakan oleh panitia LPDP. Pada kasus ini sangat bagus jika kamu selalu up date informasi terkini baik di media sosial maupun media lainnya, sehingga kamu memiliki banyak sudut pandang yang dapat digunakan sebagai penguat argumen mu. Kamu juga akan mendapatkan poin yang tinggi jika kelompok LGD LPDP mu membaca tepat 5 menit sesuai dengan waktu yang diberikan dan mengingatkan teman satu LGD LPDP denganmu untuk memulai.

Intonasi Suara dan Gesture Tubuh

LGD LPDP
LGD LPDP-Pixabay.com

Dalam LGD LPDP ini, kamu juga harus memperhatikan intonasi suara mu saat menyampaikan pendapat mu, pastikan kamu tidak menampilkan sisi emosi mu dengan berteriak atau terlalu kecil sehingga tidak terdengar oleh lawan bicaramu. Gesture tubuh juga amat penting, karena ini akan menampilkan kepribadianmu, apakah sopan, berapi-api, semangat, percaya diri, atau bijaksana. Pastikan kamu tidak menunjuk wajah lawan LGD LPDP dengan jari telunjuk mu, namun sebutlah namanya dan tunjuk menggunakan lima jari mu dalam kondisi terbuka ke atas jika kamu ingin menimpali pendapatnya. Ini akan terkesan lebih sopan dan menghargai orang lain.

Tatapan Mata

LGD LPDP
LGD LPDP-Pixabay.com

LGD LPDP ini bukanlah forum perdebatan, sehingga kamu tidak harus fokus menulis atau membaca artikel yang sudah dibaca. Tataplah mata lawan LGD LPDP yang sedang berbicara atau menyampaikan pendapatnya, karena ini artinya kamu menghargai setiap orang yang ada dalam forum LGD LPDP. Kamu juga dapat mencatat hal-hal penting dari argumen teman mu, namun pastikan tatapan matamu tertuju pada orang yang sedang berbicara meskipun dia berada tepat disampingmu. Dan jangan lupa tampilkan gesture tubuh yang terbuka terhadap pendapat orang lain, dengan menghadapkan tubuh kepada orang yang sedang berbicara, menggangguk ketika pendapat teman mu menarik dan kamu setuju, dan pastikan tanganmu tidak mengepal atau menutupkan kedua telapak tangan.

Senyum

LGD LPDP
LGD LPDP-Pixabay.com

Senyum memang selalu membawa kebaikan. Begitu juga saat kamu menghadapi LGD LPDP ini, tampilkanlah senyum terbaikmu karena dengan begitu kamu akan lebih rilex. Di sisi lain senyum kepada dua orang psikolog yang sedang menilaimu dan kepada lawan bicara sangatlah penting. Artinya kamu sangat excited ketika menyampaikan pendapat dan kamu menghargai setiap pendapat yang terlontar dari teman diskusi mu. Tapi pastikan kamu tersenyum secukupnya dan bukan senyum sinis ya.

Dukung Argumen Orang Lain

LGD LPDP
LGD LPDP-Bizkaiatalent.eus

Ketika kamu membaca artikel dan sudah mencatat poin yang ingni kamu sampaikan namun didahului orang lain, maka salah satu cara agar tetap bisa menyampaikan argumen mu adalah dengan mendukung argumen yang sama yang telah disampaikan oleh teman LGD LPDP mu. Saat mendukung argumen, kamu harus menyebutkan nama temanmu tersebut dan memberikan apresiasi dukungan seperti “saya sangat setuju dengan pendapat Mas Darwin terkait wacana menurunkan angka korupsi di Indonesia dengan memasukan kurikulum pendidikan bagi anak usia dini, karena …” ketika kamu mengucapkan “karena” maka masukanlah argumen pendukung atau penguat lainnya. Jadi jangan khawatir jika rencana argumen mu sudah disampaikan lebih dulu oleh orang lain. Dengan cara sepert ini malah akan membantu kamu mendapatkan poin lebih dari dua penilai.

Mencatat

LGD LPDP
LGD LPDP-Pixabay.com

Selain sibuk menyampaikan pendapat atau argumen mu dalam LGD LPDP. Jangan lupa, kamu juga harus mencatat pendapat orang lain yang menurut kamu menarik dan dapat menjadi solusi atas isu yang sedang kamu diskusikan. Catatlah setiap pendapat teman mu beserta nama yang menyampaikan, kemudian buatkan resume atau rangkuman akhir sebagai hasil dari diskusi LGD LPDP ini. Jika kamu bisa menyampaikan resume ini, bisa dipastikan kamu akan mendapatkan nilai sempurna, sesuai dengan pengalaman penulis di mana penulis mendpatkan nilai nyaris sempurna dari total nilai 150. Perhatikan juga, selalu angkat tangan dan bertanya kepada forum diskusi sebelum menyampaikan pendapat, dan sampaikanlah pendapat atau resume mu jika diizinkan oleh forum. Dengan ini akan jauh lebih sopan dan tidak terkesan mendominasi.

Waktu

Online Assesment LPDP – Pixabay.com

LGD LPDP terkadang membuat peserta sibuk memikirkan pendapat atau argumen yang akan mereka sampaikan di setiap kesempatan. Nah momen ini lah yang membuat mereka terlena dan lupa waktu. Ingat! Dalam LGD LPDP ini tidak ada pemimpin sehingga tidak ada pengingat waktu sama sekali. Jadi manfaatkan lah momen ini oleh kamu sebagai time keeper. Di mana kamu dapat mengingatkan peserta LGD LPDP lainnya ketika waktu tersisa 5 menit dari total 30 menit. Misalnya dengan berkata “teman-teman waktu kita tersisa 5 menit lagi, mungkin kita sudah harus memikirkan solusi dari permasalahan ini”. Tapi pastikan saat mengingatkan waktu ini, semua temanmu telah berbicara sesuai porsi masing-masing misalkan setiap anggota kebagian dua kali berbicara menyampaikan pendapat atau argumen. Jika kamu bisa menjalani ini maka poin tambahan bagimu, karena kamu mampu menjaga diskusi ini terfokus dan tidak melebihi waktu yang telah disediakan.

Demikian lah hal-hal yang harus kamu lakukan ketika menghadapi LGD LPDP, namun pastikan juga bahwa kamu tidak bertindak seperti pemimpin di dalam forum diskusi ini atau kamu tidak terlalu banyak mengambil porsi bicara. Misalkan teman-temanmu berbicara dua kali maka kamu cukup menyampaikan pendapat atau argumen dua kali, karena jika kamu terlalu banyak mengambil porsi bicara maka akan terkesan show off atau ingin terlihat. Kamu juga harus memastikan bahwa kamu tidak memotong pendapat atau argumen teman mu, dan berilah kesempatan kepada temanmu yang terkesan pasif dengan menyebut namanya.

Nah, apakah kamu sudah siap menghadapi tes ini? Jika kamu merasa belum siap, kamu dapat melatih diri bersama teman-temanmu dengan membentuk kelompok kecil. Dan bila kamu masih ingin mendapatkan info menarik lainnya, baik seputar seleksi beasiswa LPDP maupun informasi masa kini, cukup kunjungi AkuPaham. Selamat berlatih dalam menghadapi LGD LPDP!

Tags

Your heart may broken but not your mind. Sharing not only for your love but also for your life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close