PopulerSains dan Teknologi

Kini Kelainan Genetik Pada Bayi Bisa Terdeteksi Software

AKUPAHAM.COM – Para ilmuwan di Shanghai Children’s Medical Centre dan Shanghai Paediatric Centre telah berhasil mengembangkan software berbasis artificial intelligence untuk mendeteksi kelainan genetik mulai usia dini. Software ini dibuat untuk mendeteksi lebih dari 100 kelainan genetik melalui deteksi fitur wajah. Beberapa diantaranya adalah sindrom Cornea de Lange (CdLs) dan juga down syndrome. Menurut para ilmuwan, software ini akan membantu para dokter untuk proses pendeteksian dini yang lebih detail. Software ini akan membantu mengurangi dan menghindari adanya salah diagnosis pada bayi yang baru lahir.

Kini Kelainan Genetik Pada Bayi Bisa Terdeteksi Software. Sumber: Pixabay
Kini Kelainan Genetik Pada Bayi Bisa Terdeteksi Software. Sumber: Pixabay

Beberapa bayi dengan kelainan genetik seperti yang disebutkan diatas memiliki profil wajah yang menonjol. Contoh, bagi bayi dengan down syndrome, bayi kemungkinan memiliki bintik putih kecil di bagian mata yang berwarna, wajah yang lebih datar, mata yang berbentuk seperti almond atau bentuk mata yang tidak khas sesuai ras. Dengan logaritma deep learning, software ini juga akan menyimpan hasil deteksi sebelumnya dan dari catatan medik yang ada. Hal ini untuk membantu pendeteksian profil wajah yang lebih akurat. Software ini sedang diuji coba di Shanghai, dimana para paeditricians mengunggah foto atau pasien mereka yang diduga memiliki kelainan genetik.

Sebagai salah satu negara dengan penduduk terpadat di dunia, tidak heran pelayanan kesehatan di Tiongkok boleh dibilang lamban. Sarana kesehatan di Tiongkok masih terbilang kurang, yang juga menyebabkan antrian panjang di beberapa rumah sakit. Penggunaan teknologi, khususnya AI juga sudah digunakan di Tiongkok untuk memprediksi wabah flu, pendeteksian penyakit kronis, dan diagnosis beberapa kasus kanker.

Sumber: South China Morning Post

Tags

Azizah Fauzi

"If you are the smartest person in the room, then you are in the wrong room" - Confucius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close