Kuriositas

Kenapa Perempuan Sulit Percaya pada Lelaki

Setiap perempuan tentunya ingin mendapatkan pasangan yang dapat dipercaya serta dapat diandalkan. Impian tersebut tentunya menjadi milik semua perempuan di dunia ini. Sayangnya, tidak semua lelaki bisa dipercaya namun masih banyak juga lelaki baik di luar sana yang dapat dijadikan pasangan sejati.

Ladies, tak dipungkiri memilih pasangan yang tepat memang memakan waktu dan perlu kehati-hatian yang amat tinggi. Tapi, hal ini tentunya tidak akan menjadi penghambat bagi kamu jika kamu memahami beberapa aspek. Seperti kita ketahui bersama bahwa kaum hawa paling mudah jatuh hati kepada lelaki, namun paling sulit untuk percaya kepada lelaki tersebut. Selalu ada banyak pertanyaan di kepala kamu mengenai si dia, apakah dia orang tepat, apakah dia akan setia, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang mungkin sudah menggunung di kepala kamu.

Lantas kenapa perempuan sulit percaya pada lelaki? Apakah ini hal yang lumrah terjadi atau hanya terjadi kepada beberapa perempuan saja? Serta apa alasan dibalik ketidak percayaan perempuan kepada lelaki?

3 Alasan Kenapa Perempuan Sulit Percaya pada Lelaki

1. Takut Dibohongi

Lelaki memang selalu diidentikan sebagai manusia yang pandai berdusta, namun kenyataannya tidak semua lelaki seperti itu. Umumnya, perempuan memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi tentang ketulusan dan kejujuran dari seorang lelaki. Takut dibohongi dalam sebuah hubungan, umumnya perempuan menjadi protektif pada dirinya sendiri dan sulit untuk mempercayai seorang lelaki yang datang kepadanya. Tapi ladies, masih ada banyak cara untuk mengetahui ketulusan dan kejujuran seorang lelaki loh. Kamu bisa mencari tahu dari teman terdekatnya, masa lalu hubungannya, apakah dia orang yang ditinggalkan atau sering meninggalkan. Dengan bertanya kepada teman terdekatnya, itu sudah menjadi satu langkah lebih maju untuk mengetahui kepribadian lelaki tersebut.

2. Terlalu Jauh Berfikir

Sedih-Pixabay

Ladies, jangan terlalu jauh berfikir tentang bagaimana nasib hubungan kamu dengan si dia. Kamu mungkin memiliki masa lalu yang pahit tentang hubungan kamu sebelumnya. Namun, kamu harus tahu bahwa semua manusia berbeda dan memiliki sifat yang unik. Tidak semua hubungan kamu akan diakhiri oleh si lelaki secara sepihak. Mindset kamu nampaknya harus dirubah mengenai bagaimana kamu memandang sebuah hubungan itu sendiri. Kamu harus mengedepankan keterbukaan dibandingkan rasa takut kamu sendiri atau bayangan negatif yang akan terjadi di masa depan akibat baying-bayang masa lalu kamu. Tetap positif dan lakukan dengan baik.

3. Takut Kecewa

Kesalahan yang Disesali Saat Muda

Kecewa memang bagian tak bisa terlepaskan dari hidup kita. Entah kecewa kepada keadaan, kepada diri sendiri, atau kepada pasangan. Namun, harus kamu ketahui bahwa perasaan kecewa akan muncul ketika harapan tidak bertemu kenyataan. Ketika kamu memupuk harapan yang terlalu tinggi, maka semakin dalam juga rasa kecewa yang akan kamu rasakan ketika semua harapan tersebut dihancurkan sepihak oleh pasangan kamu. Ladies, rasa takut dikecewakan hanya ada dalam pikiran dan hatimu. Semua itu menjadi satu dan semakin kuat dalam bentuk ketakutan di saat kamu memulai sebuah hubungan baru dengan lelaki manapun. Tapi kamu juga harus menyadari bahwa perasaan takut dikecewakan hanya akan menghambat hubungan kamu ke depannya. Sebaiknya kamu segera berdamai dengan perasaan kecewa kamu di masa lalu, olah dalam bentuk perasaan yang lain. Semisal, rasa syukur telah dipisahkan dengan orang yang tidak mencintai kamu apa adanya sehingga kamu masih memiliki kesempatan untuk berbenah diri dalam menata hubungan baru ke depannya.

Ladies, tidak semua lelaki pandai berdusta sehingga masih layak untuk kamu percaya dalam menjalin hubungan. Apalagi jika lelaki tersebut sudah menunjukan kejelasan dalam hubungannya tersebut. Kamu juga harus tahu bahwa lelaki juga sulit untuk yakin dan jatuh cinta kepada perempuan, namun jika seorang lelaki sudah jatuh hati dan memutuskan untuk memilih kamu. Maka bisa dipastikan dia akan selalu sabar, tulus, dan menerima kamu apa adanya.

Cinta itu selalu memiliki dua sisi, entah menyakiti atau menjadi penyembuh bagi hati yang telah disakiti. Selamat berdamai dengan masa lalu dan dirimu sendiri 🙂

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close