Inspirasi

Keistimewaan Pepatah Suku Banjar

Pepatah Banjar – Jika kita berkunjung ke suatu daerah di Indonesia, tentu kita akan menemukan beberapa pepatah atau motto hidup masyarakat di sana yang mencerminkan adat atau cara hidup masyarakat tersebut, begitu pula jika kita berkunjung ke Kalimantan Selatan di mana suku aslinya adalah suku Banjar. Suku Banjar memiliki beberapa pepatah atau motto hidup yang penuh dengan arti positif dan dekat dengan kebiasaan masyarakatnya, tak heran jika kita berkunjung ke sana maka kita akan merasakan atmosfer yang penuh dengan semangat, relijius, dan keramahan. Dan berikut adalah beberapa pepatah orang Banjar yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bakayuh baimbai

Masyarakat Banjar terkenal sangat kompak dan senang membantu satu sama lain, sehingga tak heran mereka memiliki pepatah “Bakayuh baimbai” dalam bahasa Indonesia “Mengayuh bersama-sama” yang mana bermakna menanggung pekerjaan bersama-sama atau gotong royong. Jika kita cermati kebiasaaan masyarakat Banjar, mereka memang sangat menyukai musyawarah dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama, tak heran jika mereka sangat kompak dan setia kawan.

Waja sampai kaputing

Dalam menjalani pekerjaan, suku Banjar amat pantang menyerah dan haram hukumnya jika bekerja tidak tuntas atau ditunda-tunda sehingga masyarakat di sana sangat begitu gigih dan rajin dalam melakukan setiap tugas yang mereka emban. Dalam praktiknya mereka akan bersungguh-sungguh untuk setiap usaha yang akan dilakukan guna mencapai tujuan yang direncanakan, sehingga tak heran jika suku Banjar banyak yang sukses di tanah perantauan karena mengamalkan pepatah “waja sampai kaputing” atau dalam bahasa Indonesia ialah “berjuang sampai akhir”

Tuntung pandang

Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, suku Banjar juga memiliki pepatah yang akan selalu mereka pegang yakni “Tuntung pandang” atau dalam bahasa Indonesia “sampai menutup mata” di mana mereka akan selalu bersama-sama  selamanya sampai akhir hayat. Tak heran jika suku Banjar hidup dengan bahagia karena mereka memiliki keluarga yang tetap lengkap meskipun sudah memiliki cucu. Jadi bisa dipastikan suku Banjar akan setia kepada pasangannya.

Dalas jadi harang, manyarah makaam kada

Selain selalu berjuang sampa akhir, suku Banjar juga memiliki pepatah yang mampu memompa semangat masyarakatnya dalam mengupayakan sesuatu yakni “Dalas jadi harang, manyarah makaam kada” yang berarti “pantang menyerah, meskipun akhirnya kalah” di mana masyarakat di sana akan selalu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam melakukan setiap usaha, meskipun pada akhirnya tujuan tersebut tetap tidak tercapai atau kalah dalam mengupayakannya. Tentu semangat ini memiliki nilai yang amat tinggi di mana kita tidak boleh menyerah meskipun peluang untuk berhasil sangat kecil, jadi tak heran jika suku Banjar selalu bersemangat dan positif dalam setiap perjuangannya meskipun itu terasa tidak mungkin.

Wani manimbai wani manajuni

Sifat pengecut nampaknya akan amat jarang kita temui di masyarakat Banjar karena mereka menanamkan pepatah “Wani manimbai wani manajuni” yang berarti “berani berbuat maka berani bertanggungjawab” di mana orang Banjar akan selalu bertanggungjawab atas setiap perkara yang disebabkan oleh dirinya sendiri, tentu sikap kesatria ini harus selalu dijunjung oleh setiap orang dan dilatih sedari usia dini agar terbiasa hingga dewasa. Nah, bisa dibayangkan betapa harmonisnya masyarakat di Kalimantan Selatan karena memegang teguh pepatah atau motto yang memiliki nilai yang amat tinggi dan positif jika kita terapkan secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari. Yuk kita tiru nilai budaya positif dari pepatah Banjar. Red: Darwin Nursams

Tags

Your heart may broken but not your mind. Sharing not only for your love but also for your life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close