Bisnis

Jokowi Menginginkan Lebih Banyak Penyaluran Kredit Mikro ke Sektor-sektor Produktif

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan bahwa ia ingin program kredit mikro pemerintah (KUR) disalurkan ke sektor-sektor yang lebih produktif sehingga pinjaman akan lebih berdampak pada perekonomian.

Berbicara dalam rapat Kabinet tentang KUR, Jokowi mengatakan dia telah menerima laporan bahwa lebih banyak pinjaman KUR yang disalurkan ke sektor perdagangan daripada ke sektor produktif.

“Inilah yang kami butuhkan: untuk mengalihkan [pencairan] ke sektor yang lebih produktif, khususnya usaha mikro di sektor pertanian,” kata Jokowi di Kantor Presiden, Senin.

Pemerintah telah menaikkan plafon nilai total pinjaman KUR yang akan dicairkan pada tahun 2020 menjadi Rp 190 triliun (US $ 13,55 miliar) dan telah berkomitmen untuk meningkatkan plafon bertahap menjadi Rp 325 triliun pada tahun 2024. Suku bunga kredit mikro juga diturunkan menjadi 6 persen tahun depan dari 7 persen saat ini.

Jokowi mengatakan ia menerima laporan bahwa bank-bank yang ditunjuk untuk menyalurkan pinjaman KUR ke usaha kecil dan menengah (UKM) masih meminta jaminan untuk menghindari kredit macet (NPL), dan menambahkan bahwa praktik seperti itu harus dihindari di masa mendatang.

“Praktik semacam ini tidak dapat terjadi, sehingga pinjaman KUR benar-benar disalurkan ke sektor produktif dan dapat meningkatkan UKM kami,” kata Jokowi.

Sumber Foto: elshinta.com

Dia mengusulkan beberapa ide untuk mengubah mekanisme pencairan KUR, seperti dengan menawarkan skema khusus sesuai dengan kebutuhan industri tertentu, termasuk menyesuaikan masa tenggang pinjaman dengan siklus produksi UKM. Cara lain yang diusulkan adalah bahwa pemerintah dapat memperpanjang periode jatuh tempo untuk “investasi KUR” sehingga UKM dapat memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan bisnis mereka.

Antara Januari dan September tahun ini, sebanyak Rp 115,9 triliun pinjaman KUR disalurkan kepada 4,1 juta peminjam, menurut Kantor Menteri Koordinator Perekonomian. Angka tersebut mewakili 82,7 persen dari plafon KUR Rp 140 triliun yang ditetapkan untuk 2019.

Sekitar 50,4 persen pinjaman KUR dalam sembilan bulan pertama tahun ini disalurkan ke sektor produktif, di bawah target pemerintah sebesar 60 persen.

Sumber: The Jakarta Post

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Nanda Ang

Love and Work, Work and Love, that's all there is. -Sigmund Freud-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close