Konsep Hyperloop

Hyperloop: Sebuah Konsep Teknologi Transportasi Masa Depan yang Cocok Diterapkan di Indonesia

Hyperloop – Kemacetan menjadi sebuah permasalahan atau isu serius yang tidak hanya terjadi pada kota-kota besar di Indonesia namun juga seluruh kota-kota besar di dunia. Banyak solusi yang coba ditawarkan oleh para ahli untuk mengurangi masalah kemacetan. Salah satu konsep transportasi yang saat ini sedang diujicoba adalah Hyperloop, merupakan sebuah ide brilian dari Elon Musk CEO sebuah perusahaan mobil listrik Tesla dan perusahaan penerbangan luar angkasa SpaceX yang merupakan sebuah perusahaan transportasi luar angkasa Amerika Serikat.

Sumber: wral.com

Hyperloop

Uji Coba Teknologi Transportasi Hyperloop
Uji Coba Teknologi Transportasi Hyperloop. Sumber: hyperloop-one.com

Elon Musk sendiri mengatakan hyperloop adalah sebuah sistem dalam sebuah tabung dengan kondisi lingkungan yang berbeda dari lingkungan luar yang bisa dibangun di dalam tanah (underground) ataupun di atas permukaan tanah. Pada dasarnya kendaraan di dalam tabung tersebut digerakkan oleh gaya dorong yang bekerja pada tabung. Konsep ini mirip seperti sebuah tabung pneumatik dimana kipas berkecepatan tinggi menekan dan mendorong udara di dalam tabung. Meskipun keterlibatan gaya friksi atau gesekan di dalam sistem membuat Musk sedikit skeptis konsep tersebut dapat bekerja secara ideal. Elon Musk mengakui akan sulit untuk mempertahankan kondisi vakum di dalam tabung dengan panjang bermil-mil. Kebocoran sedikit saja di bagian kecil tabung dapat membuat sistem berhenti bekerja. Namun, Elon Musk dan para ahli menemukan penyelesaian atas isu atau masalah tersebut. Simak bagaimana Hyperloop bekerja pada pembahasan berikut ini.

Pengembangan Transportasi Hyperloop
Pengembangan Transportasi Hyperloop. Sumber: hyperloop-one.com

Bagaimana Cara Kerja Hyperloop?

Terdapat empat hal yang harus dimiliki Hyperloop agar dapat bekerja:

  1. Kapsul penumpang tidak didorong oleh tekanan udara atau angin seperti pada tabung vakum, melainkan oleh dua motor elektromagnetik. Hal ini bertujuan agar kapsul dapat bergerak dengan kecepatan tinggi yaitu 760 mil per jam atau sekitar 1200 km/jam.
  2. Lintasan tabung diupayakan vakum tetapi tidak sepenuhnya hampa udara. Melainkan bertekanan udara rendah di dalamnya. Kapsul hyperloop memiliki kipas atau fan kompresor di bagian depan kapsul. Fan kompresor ini berfungsi untuk mengalihkan udara ke bagian belakang kapsul, namun sebagian besar udara akan diarahkan menuju bantalan udara.
  3. Bantalan udara diilustrasikan seperti saat bermain ski menggunakan kayuh atau dayung yang akan mengangkat kapsul ke atas permukaan tabung untuk mengurangi gesekan.
  4. Lintasan tabung dirancang tahan terhadap kondisi cuaca dan gempa bumi. Transportasi Hyperloop juga didesain agar mendapatkan suplai energi secara mandiri seperti energi surya. Tiang penyangga tabung di atas permukaan bumi mempunyai kaki fleksibel yang dapat berayun jika terjadi gempa bumi. Tiap bagian dari tabung dapat dipindah-pindah atau bergerak secara fleksibel agar lintasan dapat berubah secara praktis.
  5. Panel surya di atas lintasan untuk menyuplai energi ke motor secara berkala
Konsep Hyperloop Menggunakan Panel Surya
Konsep Hyperloop Menggunakan Panel Surya. Sumber: jagadreview.com

Video berikut mengilustrasikan penerapan teknologi transportasi hyperloop pada tahun 2020 di Dubai.

Sumber: Generation Challange Channel

Sudah lihat kan videonya? Menurutmu cocok tidak yah diterapkan di Jakarta. Semoga konsep ini bisa segera terealisasi dan menjawab permasalahan transportasi khususnya kemacetan yang ada di kota-kota besar di seluruh dunia. Semoga bermanfaat dan ikuti terus berita menarik seputar sains dan teknologi hanya di AkuPaham!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *