Populer

Doodle : Coretan-Coretan Asal yang Baik Bagi Otak dan Mental

Apakah kamu pernah membuat coretan-coretan asal di kertas atau di belakang buku tulis ketika merasa bosan mendengar penjelasan guru di kelas? Atau pernahkah kamu membuat tulisan-tulisan atau gambar tak bermakna saat mengobrol panjang di telepon?
Tahukah kamu, itulah yang dinamakan doodle, suatu gambar yang tidak terfokus dan biasanya dibuat secara tidak sadar ketika tidak memiliki perhatian secara penuh terhadap sesuatu. Umumnya doodle bersifat abstrak, tak memiliki makna dan dibuat tanpa tujuan. Walaupun begitu, ada banyak juga karya doodle yang sangat bagus dan bernilai seni tinggi.
Tapi tahukah kamu, ternyata aktivitas yang kesannya hanya iseng dan kurang bermanfaat itu memiliki banyak dampak positif bagi mental maupun otak loh.

Doodle Membantu Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi

salah satu tanda stres adalah sulit berkonsentrasi
Sulit konsentrasi-Pixabay

Jackie Andrade, seorang professor psikologi di Universitas Plymouth, UK, melakukan sebuah penelitian terkait doodle pada tahun 2009. Dia meminta sejumlah peserta untuk mendengarkan sebuah pesan telepon mengenai sebuah pesta yang akan diadakan. Sebagian peserta diminta untuk menuliskan nama-nama orang yang akan hadir dalam pesta tesebut pada lingkaran-lingkaran dan kotak-kotak kecil, sedangkan sebagian yang lainnya hanya diminta untuk menuliskan saja daftar nama-namanya. Selama mendengarkan pesan tersebut peserta tidak diminta untuk menghafalkan informasi dari pesan tersebut. Tetapi setelah mendengarkan pesan tersebut seluruh peserta diminta mengulangi kembali informasi yang diperoleh. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang membuat doodle mampu mengingat 29 persen informasi sedangkan peserta yang tidak membuat doodle tidak dapat mengulangi informasi yang diperoleh.
Seorang professor di City University of New York Graduate Center, Jesse Prince, juga menemukan bahwa membuat doodle sangat bagus untuk pembelajaran oral. Dia mengatakan bahwa membuat doodle akan menjaga orang tersebut dalam keadaan betul-betul mendengar. Hal ini dikarenakan aktivitas doodle mencegah pikiran seseorang untuk berkhayal dan menjaganya tetap berada di kondisi sekarang (mendengarkan seseorang yang sedang bicara). Jadi ketika membuat doodle, seseorang itu sebetulnya tidak melamun, tapi tetap mendengarkan. Dalam Huffpost, Prince mengungkapkan bahwa membuat doodle saat mendengarkan sesuatu membuatnya tidak mendengarkan terlalu banyak, tetapi juga tidak terlalu sedikit. Dan menurut Prince hal tersebut merupakan lompatan yang sangat besar, karena pada saat tidak membuat doodle, dia kesulitan untuk berkonsentrasi. Membuat doodle sambil mendengarkan menjaganya untuk terus menerima informasi yang diperoleh.
Aktivitas membuat doodle menggunakan bagian otak yang berfungsi untuk membantu seseorang dalam membuat recana, melakukan banyak hal secara multitasking dan juga berkonsentrasi. Sehingga, membuat doodle juga akan membuat seseorang mejadi lebih fokus dan pada akhirnya meningkatkan produktifitas.

Doodle Menimbulkan Perasaan Bahagia dan Emosi Positif

wanita
wanita-pixabay.com

Girija Kaimal, EdD, MA seorang terapis seni dan asisten professor di Drexel College of Nursing and Health Professions melakukan penelitian pada 50 orang. Dia mengukur aliran darah dalam otak 50 orang tersebut pada saat istirahat dan juga pada saat melakukan 3 aktivitas seni selama 3 menit. Ketiga aktivitas seni tersebut yaitu mewarnai, membuat doodle di dalam atau di sekitar lingkaran dan juga menggambar bebas.
Hasilnya menunjukkan bahwa membuat doodle menduduki peringkat pertama sebagai aktivitas yang meningkatkan aliran darah ke medial profrontal cortex – pusat reward dari otak. Disusul oleh menggambar bebas dan kemudian mewarnai. Namun perbedaan hasil yang diperoleh tersebut hanya sedikit dan tidak signifikan, sehingga aktivitas seni manapun dari ketiganya yang kamu pilih tetap akan merangsang sistem reward dari otak, yang kemudian akan mendorong perasaan puas.
Penelitian ini pun mengindikasikan secara implisit mengenai tingginya potensi timbulnya emosi positif melalui pembuatan seni, khususnya pembuatan doodle. Kecilnya rentang waktu penelitian untuk melakukan aktivitas seni, yaitu 3 menit, dari 50 orang tersebut membuat Carol Lieberman, MD, meyakini bahwa semakin sering seseorang membuat doodle maka dampak positif terhadap mood seseorang tersebut juga akan lebih kuat.
Fran Walfish, PsyD., seorang psikoterapis keluarga dan hubungan mengatakan bahwa membuat doodle artinya mengizinkan seseorang untuk bergulat dengan konflik mereka dan mengeluarkan perasaan tersebut di atas kertas. Ekspresi nonverbal tersebut telah menjadi sesuatu yang sangat berguna untuk membantu salah satu bagian otak yang bekerja untuk menyelesaikan masalah-masalh sulit. Pada akhirnya membuat doodle akan menimbulkan efek menenangkan dalam diri.
Jadi, siap untuk mengambil kertas dan mencoret-coret? Jika kamu memerlukan inspirasi untuk menggambar doodle, jangan lupa untuk mengunjungi AkuPaham karena banyak sekali informasi terbaru yang akan membantumu menemukan beragam inspirasi. Red:Niar Irmaniar

Your heart may broken but not your mind. Sharing not only for your love but also for your life.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close