Kesehatan

Difteri dan 5 Hal yang Wajib Kamu Waspadai!

Difteri – Jenis penyakit yang cukup meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Meskipun begitu, masih sedikit masyarakat yang melakukan aksi pencegahan dengan imunisasi. Berdasarkan data kementrian kesehatan menunjukkan bahwa sampai dengan November 2017,  ada 95 Kabupaten/Kota dari 20 Proinsi yang melaporkan kasus Difteri, seperti Sumatra Barat, Jawa Tengah, Banda Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta. Jawa Barat, dan Jawa Timur. Miris bukan?

Berikut adalah beberapa hal tentang difteri yang wajib kamu waspadai.

1 – Berasal dari Bakteri yang mematikan

Difteri berasal dari bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang bisa menginfeksi tubuh manusia jika tubuh manusia terserang virus. Setelah menginfeksi tubuh manusia, ia akan membentuk toksin yang membunuh sel-sel hidup. Hal inilah yang akan membuat penyakit semakin parah. Hal ini membuat penyakit difteri sangat berbahaya jika menjangkit manusia. Manusia yang terinfeksi dapat mati apabila terlambat ditangani.

2 – Dapat Mengaitkan Semua Membran Berlendir

Masa inkubasi bakteri difteri hanya sekitar 2-5 hari. Penyakit ini akan melibatkan semua sendir selaput seperti anterior hidung, laring, amandel, genital dan lain sebagainya. Pada umumnya sering terjadi di bagian tenggorokan dan hidung. Namun dapat menyerang juga organ lainnya melalui aliran darah. Itulah mengapa Difteri sangat berbahaya karena dapat menjangkit semua selaput lendir.

3 – Gejala Seperti Tidak Kelihatan Namun Sebenarnya Berbahaya

Pada beberapa kasus ini, biasanya pasien yang terinfeksi mengalami demam yang tidak terlalu tinggi namun pasien sebenarnya sudah teracun. Dalam beberapa kasus yang parah, dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kerusakan otot  jantung dan syaraf.

4 – Dapat Menyebabkan Infeksi Kulit

Di kawasan Amerika Serikat, difteria paling banyak menjangkit masyarakat yang tidak memiliki rumah.Infeksi kulit sangat mungkin terjadi di daerah tropis. Biasanya infeksi kulit berupa ruam atau borok yang memiliki tepian yang jelas, hal ini disebabkan oleh C. Diphtheriae dan organisme lainnya. Hal inilah yang patut kita waspadai karena infeksi kulit mampu berubah menjadi infeksi kulit kronis.

5 – Dapat Menyebabkan Komplikasi Yang Berbahaya Berupa Kegagalan Jantung dan Kerusakan Syaraf, Sekalipun Lebih Banyak Menyerang Pada Anak-anak dan Dewasa Di atas 40 Tahun.

Difteria memang tingkat kefatalannya lebih banyak menyerang pada anak-anak dan dewasa (tingkat fatal mencapai 20%), namun juga dapat menyerang usia lainnya dengan tingkat kefatalan 5-10%. Komplikasi yang berbahaya ini paling banyak berupa miokarditis (kegagalan otot jantung) dan neuritis (kerusakan syaraf). Miokarditis dan neuritis ini bisa menyerang dikarenakan efek toksin. Miokarditis menyebabkan irama jantung menjadi abnormal, pembengkakan otot jantung yang dapat menyebabkan kematian. Sedangkan untuk Kerusakan Syaraf (Neuritis) paling sering menyerang syaraf motorik. Tak hanya itu, kelumpuhan otot mata, anggota badan dan diafragma dapat terjadi setelah minggu ke lima. Pneumonia sekunder dan gagal nafas pun bisa terjadi akibat kelumpuhan diafragma.

Istilah penyakit ini sendiri tidak ada begitu saja, namun istilah difteri sudah ada sejak dulu. Bakteri penyakit ini pertama kali ditemukan oleh oleh 2 orang bakteriolog Jerman yaitu Edwin Klebs (1834-1912) dan Friedrich Löffler (1852-1915) pada tahun 1884. Itulah alasan mengapa nama bakteri difteri juga sering disebut dengan Klebs-Löffler bacillus, yang diambil dari nama para penemunya. Jadi dapat disimpulkan, ini merupakan penyakit yang sudah dikenal sejak dulu, namun mewabah lagi dikarenakan kesehatan masyarakat yang kurang baik.

Wah, nampaknya kamu harus mulai berhati-hati terhadap penyakit ini ya, apalagi jika kamu harus beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari tanpa menggunakan masker. Pastikan kamu selalu menjaga kesehatan tubuh dan pikiranmu agar kamu tetap sehat dan terhindar dari difteri. (Penulis: Darwin & Dewi)

 

Tags

Your heart may broken but not your mind. Sharing not only for your love but also for your life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Inline
Inline