Pendidikan

Bagaimana Cara Mengetahui Usia Benda Purbakala?

Saat pergi ke museum dengan tujuan karya wisata atau sekedar jalan-jalan untuk menambah pengetahuan, kamu biasanya akan menemukan keterangan usia suatu benda purba yang dipajang di museum. benda-benda tersebut sudah berusia sangat tua, bahkan mungkin sebelum nenek dan kakek buyut kamu masih direncanakan akan dilahirkan. Lalu bagaimana cara para arkeolog mengetahui usia benda-benda yang sangat tua itu padahal mereka belum lahir pada saat itu? Dan tidak ada catatan spesifik mengenai usia benda tersebut di suatu kitab atau catatan? Nah, untuk mengetahuinya, yuk simak penjelasan singkat berikut ini!

Teknik dating

Teknik dating adalah teknik yang digunakan para arkeolog untuk mengetahui usia suatu benda purbakala. Benda-benda itu bisa saja kerangka hewan atau manusia, atau benda-benda yang sering kamu lihat di museum seperti guci, alat makan, prasasti, artefak dan benda lainnya. Teknik dating dibagi menjadi dua macam yaitu, relative dating dan absolute dating yang digunakan dalam kondisi dan keadaan berbeda.

Bagaimana cara mengetahui usia benda purbakala?
Tombs of the king- Pixabay

Relative dating

Relative dating adalah teknik penentuan usia suatu benda purbakala melalui perbandingan aneka periode sejarah. Dua teknik relative dating yang sering digunakan oleh para arkeolog adalah stratigraphy dan seriation. Teknik stratigraphy sering digambarkan sebagai ‘lapisan kue.’ Susunan-susunan di dalam ‘kue’ tersebut dinamakan strata, dengan paling tua adalah bagian paling bawah. Teknik ini dapat membantu para arkeolog untuk mengatur situs berdasarkan urutan temporal vertikal, yang kemudian dibandingkan dengan situs dengan usia dan jenis yang serupa. Contoh, anggap saja kamu mempunyai sebuah fossil hewan dan yang kamu temukan di Wheeler formation. Wheeler formation telah ditentukan penanggalannya sebelumnya yaitu pada tahun 507 juta tahun lalu, maka dapat dipastikan fossil yang kamu temukan berasal dari 507 juta tahun lalu.

Ketika teknik stratigraphy sulit dilaksanakan maka seriation bisa diaplikasikan. Teknik  ini memperkirakan usia sebuah benda purbakala berdasarkan frekuensi relatif dari macam artefak yang tahun penggunaannya atau pembuatannya diketahui. Asumsi dasar yang mendasari teknik seriation adalah popularitas budaya barang yang diproduksi. Misalnya dalam menentukan usia suatu candi yang tidak memiliki penanggalan, arkeolog dapat menggunakan bahan baku pembuatan candi, ukiran-ukiran, atau bentuk candi sebagai perbandingan dengan candi lainnya yang serupa, atau memiliki ciri-ciri yang sama untuk menentukan tanggal pembuatan candi.

Absolute dating

Absolute dating adalah cara penanggalan suatu benda purbakala dengan menggunakan penanggalan radiometrik. Metode ini menggunakan material radio aktif yang terdapat di dalam fosil seperti jam geologi. Absolute dating sendiri memiliki banyak jenis, namun yang paling sering digunakan adalah karbon dating.

Bagaimana cara mengetahui usia benda purbakala?
Fosil- Pixabay

Tentunya kamu sudah tahu betul bahwa semua hal yang ada di dunia ini terdiri dari materi yang sangat kecil bernama atom. Ada satu jenis karbon yang dimiliki oleh semua makhluk hidup yaitu karbon. Karbon sendiri dibagi menjadi dua yang dinamakan isotop. Saat mempelajari karbon dating kamu akan berkenalan dengan isotop karbon 12 dan isotop karbon 14. Karbon 12 adalah jenis karbon terbanyak di alam, sedangkan karbon 14 tercipta saat sinar kosmik masuk dan mengenai nitrogen. Setiap harinya kedua karbon ini diserap oleh tumbuh-tumbuhan melalui proses fotosintesis. Nah tumbuhan ini kemudian dikonsumsi oleh para makhluk hidup lainnya.

Saat makhluk hidup mati, jumlah karbon 14 dalam tubuh akan terus berkurang sedangkan karbon 12 akan tetap. Hal ini dikarenakan karbon 14 tidak stabil, dan dalam waktu paruh 5730 tahun karbon 14 akan meluruh setengahnya. Lalu apa itu waktu paruh? Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan oleh atom untuk meluruh setengahnya. Untuk mengetahui jumlah karbon yang ada di dalam tubuh, para arkeolog menggunakan alat yang bernama mess spektrometer. Tentunya para arkeolog melalui proses perhitungan yang panjang sampai akhirnya dapat menentukan usia dari suatu benda purbakala.

Penggunaan karbon dating sendiri hanya dapat diaplikasikan pada fosil berusia kurang dari 50.000-75.000 tahun. Lalu bagaimana mengetahui usia benda purbakala yang lebih tua dari itu. Para arkeolog dapat menggunakan potassium-40 yang memiliki waktu paruh lebih lama yaitu 1.25 miliyar tahun.

Nah itu dia cara mengetahui usia dari suatu benda purbakala. Memang terdengar rumit dan memusingkan, namun jika kamu ingin mengetahui lebih dalam, sebaiknya untuk membaca buku dan informasi yang terkait dengan ini ya. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya di sini ya!

Sumber: Aku-bisa, dan Fossilera.

Tags

You are special, you are unique, so don't try to copy others.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close