Biografi TokohInspirasi

Biografi Jack Ma, Pengusaha Sukses Pemilik Alibaba

Biografi Jack Ma – Saat ini, menjadi pengusaha mulai banyak dilirik oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya usaha rumahan yang muncul terlebih ketika kondisi pandemi corona. Alih-alih memburu pekerjaan yang begitu terbatas, menjadi wirausaha kecil-kecilan menjadi solusi atas kondisi yang ada dengan harapan ke depannya dapat menyediakan pekerjaan bagi orang lain. Banyak pertimbangan untuk memutuskan menjadi wirausaha, mulai dari pertimbangan modal, gengsi, waktu, maupun ketakutan akan gagal. Jika kamu mengalaminya, profil Jack Ma sangat cocok untuk dijadikan motivasi untuk memulai usaha. Seorang pendiri Alibaba yang dulunya miskin dan berubah menjadi orang terkaya di China. Berikut biografi Jack Ma yang sudah AkuPaham siapkan untuk kamu.

Biografi Jack Ma, Pemilik Alibaba

Nama : Jack Ma

Nama lahir : Ma Yun

Tempat lahir : Hangzhou, Zhejiang, Tiongkok

Tanggal lahir : 10 September 1964

Kewarganegaraan : Tiongkok

Pendidikan : Hangzhou Normal University (1988), Cheung Kong Graduate   School of Bussines, Beijing (2006)

Nama Istri : Cathy Zang (Ma Zang Yun)

Nama Anak : Ma Yuankun, Ma Yuanbao

Nama Ayah : Ma Laifa

Nama Ibu : Cui Wencai

Kekayaan bersih : US $44,3 Milyar (Januari, 2020)

Jack Ma lahir dari seorang pemusik dan pendongeng yang memiliki pendapatan dari tunjangan pensiun bulanan. Tunjangan yang setara dengan Rp. 500.000 per bulan ini menjadikan Jack Ma dan keluarganya menjalani hidup yang serba pas-pasan. Lahir dengan nama Ma Yun dan dikenal dengan nama Jack Ma. Adapun nama “Jack” dia dapatkan dari turis yang kesulitan melafalkan namanya sewaktu menjadi pemandu wisata di Hangzhou. Bukan karena fisik, istrinya selalu mendukung Jack Ma karena melihat Jack Ma sebagai lelaki yang dapat melakukan hal yang tak dapat dilakukan lelaki lain.

Memulai Segalanya dari Nol

Jack Ma Kecil dan Para Saudaranya

Tidak seperti pengusaha sukses kebanyakan, Jack Ma sama sekali tidak memiliki privilege sebagai keturunan dari keluarga kaya. Dia berasal dari keluarga yang miskin dan menjalani kehidupan yang keras. Jack Ma pun tidak dianugerahi kemampuan akademis yang cemerlang. Perlu melakukan tes berkali-kali untuk memasuki SD, SMP, dan SMA sebelum dirinya diterima. Dirinya berkuliah di universitas kelas tiga atau empat di China karena sebelumnya selalu gagal masuk universitas ternama.

Kegagalan rupanya belum berakhir bagi Jack Ma. Bahkan setelah menyelesaikan kuliah, Jack Ma kesulitan mencari pekerjaan. Dia melamar menjadi pegawai di KFC yang baru buka di Hangzhou dan menjadi satu-satunya pelamar yang ditolak. Kemudian, Jack Ma akhirnya menjadi guru bahasa Inggris di Hangzhou dengan penghasilan yang setara dengan Rp. 114.000 – Rp. 142.500 per bulan. Setelah lima tahun bekerja, dirinya memutuskan untuk keluar dan membuka usaha penerjemah.

Dari Biro Penerjemah Hingga Memasarkan Produk di Kementerian

Jack Ma dan Teman Bulenya

Biro penerjemah yang dia bangun mengantarkan Jack Ma berkunjung ke Amerika Serikat dan memberikan kesempatannya untuk menggunakan komputer. Setelah menolak kesempatan itu rupanya dia mendapatkan inspirasi bisnis saat mencari beer di internet. Saat itu Jack Ma tidak dapat menggunakannya dan merasa komputer adalah barang yang sangat mahal. Jack Ma kemudian bekerja menawarkan pemasaran produk Tiongkok melalui internet di kementerian luar negeri.

Setelah merasakan sistem yang berbelit-belit di pemerintahan, Jack Ma keluar dari pemerintahan dan merintis Alibaba sebagai situs jual beli produk di seluruh dunia pada tahun 1999. Usaha itu terinspirasi dari pengalamannya di Amerika Serikat. Perekonomian China yang belum mendukung e-commerce karena dianggap sebagai ancaman bagi penjual tradisional menjadikan situs ini ditolak beberapa kali dan tidak menghasilkan apapun selama 3 tahun. 

Jack Ma kemudian memberikan kesempatan pengusaha untuk menjual produk di websitenya secara gratis. Hingga satu waktu dirinya terkesan dengan pelanggan Alibaba yang membayar makanannya karena usahanya berjalan berkat Alibaba. Hal tersebut menguatkan Jack Ma hingga berangsur-angsur usahanya mulai terkenal di luar negeri dan mendapat pendanaan dari investor.

Usaha yang dirintisnya mendapat modal terbesar di Bursa Saham New York pada penawaran saham perdananya. Prinsip yang dipegang Jack Ma dalam bisnisnya adalah tidak mengikutsertakan pemerintah di dalamnya. Setelah sebelumnya dia mengajukan modal terhadap pemerintah namun ditolak, saat ini pemerintah menawarkan modal, dirinyalah yang menolak karena menganggap hal tersebut akan mengganggu dinamika perusahaannya. Usaha yang dirintisnya melesat dan menjadikan Jack Ma sebagai orang terkaya di China pada 2016 dan masuk ke daftar orang terkaya di dunia urutan ke-26 menurut Majalah Forbes.

Belajar dari Jack Ma: Melihat Setiap Peluang dari Sekitar

Ketertarikan Jack Ma terhadap bahasa Inggris sudah muncul sejak kecil. Banyaknya turis yang datang ke China menjadi lahan Jack Ma untuk mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya. Dirinya belajar dengan menjadi pemandu wisata di sebuah hotel dekat Danau Hangzhou dimana Hangzhou sendiri merupakan kota kebudayaan destinasi para turis. Ketertarikannya berlanjut hingga dirinya mengambil kuliah jurusan Sastra Inggris dan tetap menjadi pemandu gratis bagi turis untuk mempraktekkan ilmunya.

Pada tahun 1995, Jack Ma mendapat kesempatan mengunjungi Amerika Serikat karena kemampuan bahasa Inggrisnya tersebut. Jack Ma diminta untuk menggunakan internet menggunakan komputer. Lalu mencari bir pada search engine dan mendapati tidak ada produk bir yang berasal dari Tiongkok. Mulai dari situ, Jack Ma berpikir untuk menciptakan sebuah situs berisi informasi yang menjual berbagai produk dari Tiongkok.

Setelah kembali, Jack Ma menjadi pegawai di pemerintahan Tiongkok namun keluar dan memberanikan diri  untuk merintis usaha wesite jual beli produk di seluruh dunia. Usahanya belum ada dan tentu dibutuhkan warga dunia sehingga berkembang begitu pesat hingga saat ini. Jack Ma banyak melihat hal menarik di sekitarnya bahkan film dapat menjadi sarana dirinya mempelajari nilai dan kehidupan. Jack Ma pun sempat bertemu dengan Donald Trump untuk bekerja sama dan menjadikannya mendapat reputasi yang besar.

Saat ini, Jack Ma yang terkenal menjadi motivator yang mengisi berbagai undangan pembicara untuk memberikan motivasi dan berbagi. Terlebih pada anak muda untuk selalu melihat peluang di era yang menurutnya memiliki kesempatan besar. Motivasi yang diberikan tentunya berasal dari perjalanan panjang nan sulit yang dia lewati. 

Pola Asuh yang Diterapkan Sang Pendiri Alibaba

Orang terkaya di China ini lahir dari keluarga miskin di Tiongkok. Dirinya terbiasa hidup dalam ketidaknyamanan. Ditambah ketika Revolusi Kebudayaan di Tiongkok yang semakin memberatkan hidupnya. Selain itu, berbagai kegagalan yang rasanya sudah akrab dalam kehidupan Jack Ma tentunya mengubah pola pikir Jack Ma. Pengalamannya tersebut selebihnya menjadi acuan pola asuh yang diterapkan kepada anak-anaknya.

Tidak seperti orang tua kebanyakan, Jack Ma tidak memaksakan anaknya untuk menjadi yang terbaik di kelasnya, namun juga dengan tidak menjadi yang terburuk. Dia berpikir, anaknya tidak perlu terlalu fokus untuk mempelajari kemampuan akademis agar mencapai yang terbaik. Anaknya dapat memanfaatkan waktunya untuk mempelajari kemampuan lain.

Jack Ma, Sang Pendiri dan Pemilik Alibaba

Pada pola asuhnya, Jack Ma menanamkan prinsip-prinsip yang sesuai dengan apa yang telah dilaluinya. Dia berpikir, anak dengan prestasi buruk tidak menjadikan anak tersebut gagal di masa depannya. Ketika kecerdasan menjadi tolak ukur kesuksesan anak, bukan tidak mungkin anak akan terlalu berambisi untuk mencapai hal tersebut. Bukan kecerdasan intelektual, Jack Ma menitikberatkan pada kecerdasan emosi. Kemampuan akademis menurun tidak menandakan anak malas belajar. Bagaimana pun praktik harus sejalan dengan ilmu yang diperoleh di sekolah. 

Selain itu, mengetahui minat, bakat dan kegigihan yang kuat menjadikan anak bersemangat untuk mencapai impiannya. Maka dari itu, penting mengetahui minat dan bakat yang dimiliki anak. Jack Ma pun memegang prinsip bahwa keunikan merupakan peluang bersaing dalam jangka waktu yang panjang. Tidak perlu memaksakan lebih pintar, namun anak harus berusaha menjadikan dirinya berbeda dengan orang lain.

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Subscribe Channel AkuPaham

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Rendra Saputra

Information is Power. But like all power, there are those who want to keep it for themselves. - Rendra Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close