Bisnis

BEI Mengidentifikasi 41 ‘pump-and-dump’ Saham di Bursa

AKUPAHAM.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengidentifikasi 41 saham yang harganya diduga telah dimanipulasi dalam apa yang disebut skema “pump-and-dump”, seorang pejabat bursa mengatakan.

“Berdasarkan pengawasan pasar kami, kami telah mengidentifikasi 41 saham dengan pergerakan harga saham yang tidak mencerminkan fundamental mereka dan yang diduga digunakan untuk praktik pump-and-dump,” kata direktur perdagangan BEI Laksono Widodo saat konferensi pers di Jakarta pada hari Jum’at.

Dia menolak untuk merinci asas praduga tak bersalah.

Pump-and-dump adalah upaya untuk memanipulasi harga saham melalui rekomendasi berdasarkan pernyataan yang salah, menyesatkan, atau sangat berlebihan. Skema ini biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang sudah memiliki posisi mapan di saham untuk menjual posisi mereka dengan untung setelah hype mendorong harga saham.

Laksono menambahkan bahwa saham memiliki kontribusi besar terhadap volume transaksi bursa. Namun, mengingat praktik itu biasanya dikaitkan dengan saham bernilai rendah, transaksi hanya menyumbang sekitar 8,3 persen dari nilai transaksi rata-rata harian BEI tahun lalu.

Sumber Foto: IDX

Bursa mencatat transaksi harian rata-rata Rp 9,1 triliun (US $ 656,88 juta) pada 2019.

Pumping-and-dumping telah menjadi sorotan sejak Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta para pemangku kepentingan pasar saham untuk “membersihkan” pasar modal dari manipulasi dalam upaya untuk meningkatkan upaya penggalangan dana.

“Kita harus menindak manipulasi di pasar dan transaksi keuangan, yang telah menyebabkan penipuan dan kegiatan kriminal […] Bersihkan dan hentikan mereka!” Katanya dalam sambutannya pada pembukaan hari pertama perdagangan di BEI pada 2 Januari.

Seruan itu dibuat setelah perusahaan asuransi milik negara Asuransi Jiwasraya menderita kerugian karena berinvestasi di saham berkualitas rendah, beberapa di antaranya secara luas diyakini telah dikenakan praktik pump-and-dump oleh pasar pemain.

Sumber: The Jakarta Post

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Nanda Ang

Love and Work, Work and Love, that's all there is. -Sigmund Freud-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close