Info BeasiswaInspirasi

Beasiswa LPDP dan Cara Menaklukannya

Yuk, follow Instagram dan subscribe Youtube AkuPaham untuk update seputar tips dan beasiswa melalui sharing session gratis dari penerima-penerima beasiswa kuliahnya langsung!

Beasiswa LPDP yang dikelola oleh kementerian keuangan sedang menjadi primadona saat ini. Beasiswa ini bagaikan jawaban atas semua harapan para pemburu beasiswa yang menginginkan study dengan pembiayaan secara penuh yang dibiayai oleh negara kita sendiri. LPDP sendiri memberikan bantuan beasiswa pendidikan secara penuh untuk pendaftar, baik di dalam maupun luar negeri. Sebelumnya LPDP tidak membatasi para pendaftar dalam memilih kampus tujuannya, baik di dalam maupun di luar negeri namun seiring waktu, nampaknya LPDP semakin berbenah diri dalam menentukan proses seleksi dan kampus tujuan study. Saat ini, LPDP sangat membatasi tujuan kampus, hal ini dilakukan guna menghasilkan lulusan yang sesuai dengan harapan negara.

Beasiswa LPDP juga memiliki ragam dan jenis beasiswa. Mulai dari beasiswa regular, afirmasi, santri, dan jenis beasiswa untuk melakukan riset bagi mahasiswa S2 on going. Besaran biaya yang akan diberikan pun bervariasi, tergantung dari negara tujuan, kota tujuan, dan jenis penelitian yang dilakukan untuk pendaftar beasiswa LPDP on going S2 atau S3. Namun, bagi mereka yang mendaftar beasiswa LPDP di dalam dan luar negeri untuk jenjang S2 dan S3 akan mendapatkan pembiayaan secara penuh, mulai dari biaya kuliah, buku, tugas akhir, tiket pesawat berangkat dan kembali, serta biaya hidup sehari-hari yang dijamin akan mencukupi kebutuhan hidup kamu selama menempuh pendidikan.

Namun, di balik indahnya semua hal yang ditawarkan beasiswa LPDP kepada calon pelamar, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum mendaftar.

Fakta Terbaru Tentang Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP Tidak Ada Batasan Gagal

Ada berita menarik dari LPDP akhir-akhir ini. Sebelumnya, LPDP menerapkan sistem kuota gagal. Di mana, jika kamu sudah mengikuti seleksi substansi atau seleksi wawancara beasiswa LPDP sebanyak tiga kali, maka sudah dipastikan kamu sudah tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti beasiswa LPDP lagi. Kabar baiknya, LPDP sudah mengevaluasi kebijakan kuota yang memang merugikan para pemburu beasiswa yang super gigih. Sehingga, saat ini tidak ada lagi kuota gagal untuk mengikuti seleksi substansi atau seleksi wawancara beasiswa LPDP. Kamu dapat mendaftar berkali-kali sampai kamu mencapai batas usia maksimal, yakni 35 tahun. Jadi tak ada alasan bagi kamu untuk takut mencoba kembali di kesempatan selanjutnya. Selamat mencoba kembali bagi kamu yang pernah gagal menaklukan besiswa LPDP selama tiga kali, kamu masih memiliki kesempatan.

LPDP Akan Mengirimkan Evaluasi

Jika sebelumnya LPDP tidak pernah memberikan penjelasan secara terbuka atas alasan peserta yang gagal mendapatkan beasiswa LPDP. Kali ini, LPDP akan lebih terbuka dan memberikan evaluasi kepada peserta yang dinyatakan gagal dalam seleksi substansi atau seleksi wawancara. Diharapkan evaluasi ini bisa kamu gunakan untuk mengatur strategi kamu ke depannya sehingga tak mengulangi kesalahan atau kekurangan yang sama. Namun, jika LPDP tidak memberikan hasil evaluasi kepada kamu pasca dinyatakan gagal seleksi substansi atau seleksi wawancara, kamu harus pro-aktif untuk menanyakan secara langsung kepada pihak LPDP melalui keterbukaan informasi di portal kementrian keuangan. Jangan buru-buru move on saat kamu dinyatakan gagal, namun tak ada salahnya untuk lebih jeli dan menanyakan alasan perihal kegagalan seleksi beasiswa LPDP kamu. Tapi jika kamu gagal dalam seleksi berkas atau administrasi, maka kamu tidak akan mendapatkan hasil evaluasi tersebut.

Interview yang Professional

LPDP nampaknya sangat berbenah dalam setiap proses seleksi beasiswa ini. Pada tahun 2017 pernah menjadi trending pasca peserta dicecar dengan pertanyaan yang tidak professional oleh interviewee LPDP. Seperti pertanyaan bagaimana cara menanggulangi konflik di dalam rumah tangga, bertanya mengenai soal percintaan si pelamar, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan privasi si pelamar. Kali ini, LPDP berjanji bahwa interviewee tidak akan menanyakan hal serupa kepada pelamar beasiswa LPDP. Semua pertanyaan akan mengarah kepada pertanyaan professional saja, seperti latar belakang akademik, rencana study, dan pertanyaan seputar tujuan kamu melamar beasiswa. Jika sebelumnya interviewee ada yang sampai mengusir pelamar dari meja interview, kali ini kamu bisa mengadukan hal-hal yang tidak sesuai jika selama proses interview kamu ditanyakan atau mendapatkan hal-hal yang kurang pantas.

Tujuan Study Dibatasi

Seperti yang diketahui bersama bahwa LPDP semakin mempersempit kampus tujuan study, sehingga bagi kamu yang melamar beasiswa LPDP ini. Kamu harus memastikan dahulu bahwa kampus tujuan kamu masuk ke dalam list tujuan study LPDP. Selain kampus tujuan yang masuk list, kamu juga harus memastikan bahwa jurusan yang kamu tuju masuk ke dalam prioritas kampus tujuan. Saat ini hanya ada beberapa kampus TOP dunia saja yang membuka semua jurusan bagi pelamar beasiswa LPDP. Sisanya kamu harus memilih kampus dan jurusan yang telah ditentukan. Hal ini menjadi sangat rumit memang, namun percayalah bahwa ini untuk menjaga kualitas lulusan dan menjaga standar LPDP dalam membidik kampus yang terbaik.

Pasangan Tidak Mendapat Uang Saku

LPDP nampaknya semakin memperketat budget mereka untuk seluruh penerima beasiswa ini. Jika dulu, pasangan dari awardee atau penerima beasiswa bisa mendapatkan uang saku untuk biaya hidup selama study, namun saat ini hal itu tidak akan terjadi kembali. Kamu harus memikirkan sendiri bagaimana caranya uang saku kamu cukup untuk kamu dan pasangan selama menempuh pendidikan tanpa mendapatkan biaya tambahan dari LPDP. Selain uang saku, biaya tiket pesawat dan asuransi tidak akan ditanggung untuk pasangan kamu sehingga kamu harus modal banyak jika kamu berniat membawa pasangan kamu selama menempuh pendidikan di kampus tujuan kamu. Hal ini sangat masuk akal, karena yang belajar adalah awardee atau penerima beasiswa LPDP sehingga LPDP hanya bertanggungjawab untuk si penerimanya saja.

Apakah kamu masih tertarik untuk mendaftar beasiswa LPDP setelah mengetahui fakta-fakta tersebut? Atau kamu semakin tertantang untuk mencobanya? Jika kamu ingin mendapatkan beasiswa LPDP ini, kamu harus mempersiapkan banyak hal. Sudah hal lumrah, jika pelamar beasiswa apapun harus mempersiapkan dokumen pribadi, sertifikat bahasa inggris, beserta rencana study selama kamu menempuh pendidikan di negara tujuan kamu.

Untuk pendaftarannya sendiri, LPDP selalu dibuka empat kali dalam setahun. Kamu bisa memilih di periode yang menurut kamu pas untuk melakukan pendaftaran. Pastikan semua dokumen dan persyarannya bisa kamu penuhi karena hal tersebut sudah menjadi wajib bagi seluruh pelamar beasiswa LPDP ini. Selain itu, mulai lah untuk segera menyusun essay yang telah disyaratkan LPDP. Hal ini menjadi sangat penting mengingat essay LPDP akan ditanyakan oleh interviewee saat kamu menghadapi interview. Susun lah essay kamu secara personal dan mendalam sehingga sangat mencerminkan kamu melalui pengalaman hidup kamu selama ini. Susunlah secara jujur dan bernilai karena pengalaman setiap orang berbeda-beda sehingga kamu harus menunjukan pribadi yang unik dan khas.

Yuk, follow Instagram dan subscribe Youtube AkuPaham untuk update seputar tips dan beasiswa melalui sharing session gratis dari penerima-penerima beasiswa kuliahnya langsung!

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

One Comment

  1. Menarik ulasan tentang LPDP nya saya minat dengan program negara ini, semangat untuk menaklukkan beasiswa ini. mau nanya bang kapan mulai terbuka pendaftarannya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close