Bisnis

Bank Konvensional Belum Terancam dengan Kehadiran Dompet Digital

Dengan pertumbuhan cepat pembayaran seluler di antara populasi besar yang tidak memiliki rekening bank, kita mungkin akan melihat platform pembayaran digital dan seluler melompati kartu kredit di Indonesia seperti yang terjadi di Tiongkok. Penggunaan kartu kredit untuk transaksi online di China lebih rendah dari e-wallet, terutama karena perusahaan Amerika seperti Visa dan Mastercard tidak dapat memasuki negara tersebut. Konsumen Cina kemudian beralih dari pembayaran tunai ke menggunakan pembayaran mobile seperti WeChat Pay dan Alipay, melewatkan adopsi kartu kredit yang meluas dalam prosesnya.

Menanggapi fenomena ini, bank konvensional tidak terlalu khawatir dengan persaingan dengan pemain fintech, bahkan kehadiran fintech dan inovasinya telah mendorong bank untuk meningkatkan layanan mereka.

Misalnya, media lokal telah melaporkan bahwa Bank BNI sedang berdiskusi dengan bank sentral (BI) tentang cara menyederhanakan aplikasi kartu kredit, karena mengakui bahwa proses yang tidak praktis merupakan penghambat pertumbuhan kartu kredit. Sebagai hasilnya, BI telah menyetujui fitur tanda tangan digital untuk aplikasi kartu kredit dengan BNI tahun depan, yang berarti bahwa pelanggan dapat mengajukan permohonan untuk kartu mereka secara online.

Kolaborasi dengan Fintech

Sumber Foto: Kompas

Kolaborasi dengan pemain fintech bisa menjadi cara lain untuk membantu bank mencapai segmen pengguna yang lebih luas. Ambil BRI misalnya. Pada bulan September, BRI bekerja sama dengan Traveloka untuk meluncurkan Kartu PayLater, yang dapat digunakan di Indonesia dan di seluruh dunia untuk transaksi online dan offline dengan memanfaatkan jaringan pembayaran global perusahaan Visa.

Visa juga dilaporkan sedang berdiskusi dengan Gojek untuk menghadirkan kemampuan pembayaran cicilan baru untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Visa adalah salah satu investor Gojek.

E-commerce Indonesia Bukalapak juga baru-baru ini berkolaborasi dengan fintech marketplace Cermati untuk layanan kartu kredit online. Didukung oleh Cermati, pengguna Bukalapak akan dapat memilih kartu kredit dari berbagai bank termasuk BRI, Bank Mega, dan Citi. Proses penerimaan memakan waktu hingga tiga hari, dan pengguna akan dihubungi melalui telepon atau email oleh tim Bukalapak untuk mengkonfirmasi aplikasi mereka.

Fitur PayLater sebenarnya bukan pesaing langsung ke kartu kredit karena memiliki segmen dan ukuran tiket yang berbeda. Sementara PayLater sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank, populasi yang dibelanjakan kemungkinan akan menyimpan kartu mereka yang ada untuk beberapa tahun mendatang.

Menggunakan kartu kredit masih merupakan cara yang baik untuk membangun sejarah kredit yang solid dan penting untuk melakukan pembelian besar ketika uang tidak ada. Selain itu, penting bagi mereka yang sering bepergian karena hotel-hotel besar memerlukan kartu kredit atau debit untuk memesan kamar.

Namun, dengan perkembangan fintech yang cepat dan inovasinya, tidak akan mengejutkan melihat pemain PayLater meningkatkan fitur dan menambahkan berbagai opsi batas, mirip dengan kartu kredit konvensional. Oleh karena itu, bank masih memiliki tugas besar untuk terus mempertahankan dan mengembangkan layanan kartu kredit agar dapat bersaing dengan dompet digital.

Sumber: KrAsia

Follow media sosial AkuPaham, Yuk!

Tags

Nanda Ang

Love and Work, Work and Love, that's all there is. -Sigmund Freud-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close