InspirasiPopuler

Apa yang Jarak Ajarkan Padamu?

Keluar dari rumah dan memulai kehidupan sendiri? Berpisah dengan keluarga terdekat? Memasak makanan untuk diri sendiri? Mencuci sendiri? Mungkin ini adalah beberapa hal yang kamu pikirkan tentang pergi merantau, entah untuk belajar atau bekerja. Untuk kamu yang sejak kecil tinggal di kota besar, merantau bukanlah pilihan karena di kotamu semua sudah tersedia, namun bagi anak-anak yang tinggal di daerah-daerah yang tidak memiliki universitas tentu merantau adalah satu-satunya pilihan untuk diambil demi melanjutkan pendidikan. Merantau bukan hanya tentang kesedihan lho, banyak pelajaran yang bisa kamu ambil dari jarak yang memisahkan kamu dari rumah.

  1. Belajar beradaptasi
Sumber: www.pixabay.com

Kamu adalah orang yang mudah tersinggung, sering merasa tidak nyaman dengan teman-teman kamu sekarang? Di perantauan kamu tidak bisa melakukan hal itu, karena orang-orang di tanah rantau adalah orang yang baru kamu kenal dan berasal dari latar belakang berbeda. Sesuatu yang menurut kamu tidak kasar bisa saja menjadi sangat kasar bagi mereka, maka kamu perlu belajar menyesuaikan diri, bukan berarti harus menjadi seperti mereka, kamu cukup menjadi orang yang di tengah-tengah, banyaklah mendengar dari pada berbicara, pilah dan pilih kata yang tepat sebelum bicara, dan kesampingkan kebiasaan mudah tersinggung kamu. Percaya deh, jika kamu berhasil beradaptasi di lingkungan rantau akan mempermudah kamu bergaul dengan banyak orang nantinya.

  1. True love
Sumber: www.freepik.com

Only know you love her when you let her go

Penggalan lagu passenger dengan judul let her go ini cukup bisa menggambarkan keadaan orang yang berada di rantau. Orang tua yang ada di rumah sering kali keberadaannya menjadi ‘biasa’ karena bertemu setiap hari, diomeli setiap hari, bertengkar dengan mereka tiga sampai empat kali sehari, namun setelah kamu berada di perantauan dan ‘kehilangan’ sosok mereka kamu akan menjadi lebih menghargai kehadiran mereka di hidup kamu. Kamu sadar bahwa melakukan hal-hal remeh seperti mencuci baju sendiri bukanlah sesuatu yang mudah, kamu jadi lebih memahami bagaimana mereka mencintaimu sebagai anak mereka. Memang benar maksud perkataan “kamu tidak akan tahu betapa berharganya mereka sebelum kehilangan mereka”, apalagi saat kamu sakit dan berada di perantauan, tidak ada ibu yang biasa membuatkan kamu bubur, menemani tidur atau menyelimuti kamu dan memeriksa suhu badanmu, maka setelah kamu kehilangan semua perhatian itu, kamu akan menyadari nilai dan petingnya mereka buat kamu.

  1. Masak sendiri?
Sumber: www.eatright.org

Kamu yang di rumah tidak pernah pegang panci bahkan untuk memasak mie instan, kini saatnya kamu belajar untuk memanfaatkan keadaan ‘sendiri’ kamu untuk mulai belajar memasak. Banyak sekali perantau yang kesulitan menyesuaikan ‘lidah’ mereka dengan makanan di tanah rantau, tentu makanan di rumah jauh lebih nikmat. Untuk menikmati masakan rumah yang jarang dijual di tanah rantau, mau tidak mau kamu harus belajar memasak sendiri dan ini bisa saja jadi keuntungan buat kamu suatu hari nanti.

  1. Belajar mengatur keuanganmu sendiri
Sumber: www.pixabay.com

Hal yang menyenangkan dari anak rantau adalah memegang uang dalam jumlah besar untuk keperluan sendiri. Anak rantau memang tidak perlu ke kampus walau tidak ada mata kuliah demi mendapat uang saku dari Ayah atau Ibu di rumah, tapi ingat uang yang kamu pegang adalah untuk kehidupanmu. Berbeda dari anak rumah yang walau tidak punya tetap bisa makan, bagi anak rantau tidak punya uang sama halnya dengan tidak makan, maka belajarlah mengatur pengeluaranmu, dan pergunakan uang sakumu dengan bijak.

You are special, you are unique, so don’t try to copy others.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close