Kesehatan

Anak Batuk? Jangan Berikan Obat Batuk Sirup

Menjadi orang tua adalah profesi yang menuntut untuk terus belajar, karena menjadi orang tua adalah profesi yang gampang-gampang susah. Menjadi orang tua tentu tidak melewati proses sekolah, jadi satu orang tua dengan orang tua lainnya tentu memiliki pandangan-pandangan yang berbeda. Pendidikan apa yang harus diambil oleh sang anak, keterampilan apa yang harus mereka miliki, atau pengobatan apa yang harus mereka lakukan saat sang anak sakit. Di zaman ini, banyak orang tua yang memilih untuk memberikan anak-anak mereka obat batuk sirup yang dijual secara bebas di apotek dan supermarket. Tapi apakah benar memberikan obat batuk sirup pada anak adalah tindakan penyembuhan terbaik?

Menurut Dr. Oliver Bevington, seorang dokter spesialis anak di Rumah Sakit Anak Southampton, para orang tua seharusnya menghidarkan pemberian obat batuk sirup pada anak, mengapa? Menurut Oliver, pemberian obat batuk pada anak tanpa resep dokter dapat menimbulkan kemungkinan overdosis apabila diberikan dalam dosis besar atau dosis yang tidak tepat. Kemungkinan ini akan lebih besar, jika diberikan kepada anak berusia sangat belia.  Oliver juga mengatakan bahwa tidak ada penelitian yang mendalam tentang manfaat obat batuk seperti ini terhadap penyembuhan batuk dan efeknya kepada anak-anak. Obat-obat semacam ini berpotensi menimbulkan bahaya untuk anak-anak dari pada manfaatnya.

Sumber: videoblocks

Kebanyakan obat batuk di pasaran mengandung paracetamol, ini bisa mengakibatkan over dosis secara tidak sengaja, jika dosis yang diberikan dalam dosis yang tidak seusai anjuran dokter apalagi pada anak di bawah umur enam tahun.

“Saat ini kami memasuki masa tersibuk kami sepanjang tahun ini, di mana rumah sakit dipenuhi oleh anak-anak yang memiliki gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek dan suhu badan yang tinggi”, tambah Dr. Oliver

“Pilek dan batuk pada anak-anak biasanya disebabkan oleh infeksi virus, hal ini bisa sembuh dan membaik dengan istirahat, pemberian cairan (air putih), mungkin saja paracetamol atau ibuprofen tanpa perlu antibiotik. Namun banyak orang tua yang merasa khawatir dengan gejala yang terus menerus, lalu memutuskan menggunakan obat batuk cair”,

“Banyak orang tua yang merasa gejala batuk merepotkan, karena bisa bertahan hingga berminggu-minggu setelah infeksi reda. Mereka merasa khawatir keadaan ini bisa memperparah kondisi anak mereka, lalu memutuskan untuk menggunakan obat batuk cair. Walau lebih banyak yang  orang tua yang menganggap keadaan ini gangguan”,

Sumber: mindful return

“Hingga kini, masih banyak orang tua yang menggunakan obat batuk sirup yang bisa langsung dibeli walau banyak perdebatan tentang penggunaannya, walau mereka merasa hal ini membingungkan.”

Dr. Oliver juga menjelaskan, bahwa obat batuk dan flu yang memiliki kandungan seperti antihistamin, dekongestan, dan ‘penekan batuk’ dapat menyebabkan efek samping yang lebih buruk. Selain itu, bahan-bahan dalam obat batuk itu bisa saja menyebabkan alergi kepada anak, maka penggunaannya harus diperhatikan. Dr.Oliver menyarankan untuk para orang tua, saat anak-anak mereka batuk atau flu untuk menggunakan cara lama saja, yaitu istirahat yang cukup, banyak minum air putih, atau menggunakan madu dan air perasan jeruk lemon. Jika memang dibutuhkan pemberian paracetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis yang dianjurkan pun tidak masalah, dan jangan lupa untuk pergi ke dokter jika gelaja terus berlanjut.

Sumber: Vt

Tags

You are special, you are unique, so don't try to copy others.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close